Skip to content

When Emotions Rise, Knees Go Down

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Selasa, 7 April 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
When Emotions Rise, Knees Go Down

Mazmur 141:3
“Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!”

Saat emosi naik, respons sering datang tanpa filter. Kata-kata meluncur lebih cepat dari pikiran. Chat terkirim sebelum sempat dipikir ulang. Nada suara meninggi sebelum hati sempat tenang. Dan setelah semuanya keluar, yang tersisa sering kali hanyalah penyesalan.

Daud tahu betul betapa bahayanya lidah yang dikuasai emosi. Karena itu ia berdoa bukan hanya agar hatinya ditenangkan, tetapi agar Tuhan menjaga mulutnya. Ia sadar bahwa emosi memang manusiawi, tetapi ekspresi yang tidak terkendali bisa melukai lebih dalam daripada yang ia bayangkan.

Mazmur ini mengajarkan satu prinsip sederhana tapi powerful: beri Tuhan ruang di antara perasaan dan reaksi. Doa adalah jeda suci antara apa yang kita rasakan dan apa yang kita lakukan. Saat kita berlutut lebih dulu, kita memberi Roh Kudus kesempatan untuk menyaring kata-kata dan menata hati.

When emotions rise, knees go down berarti kita memilih doa sebelum drama. Kita memilih diam sebelum debat. Kita memilih tunduk pada Tuhan sebelum tunduk pada amarah. Di situlah penguasaan diri dibentuk, dan iman kita terlihat bukan dari seberapa keras kita bicara, tetapi dari seberapa bijak kita menahan diri.

What To Do?
1. Saat emosi mulai memuncak, berhentilah sejenak dan ucapkan doa singkat.
2. Mintalah Tuhan menjaga perkataan dan sikapmu sebelum kamu merespons.
3. Latih dirimu menjadikan doa sebagai respons pertama, bukan pilihan terakhir.

📖 Bible Marathon: Roma 9