Efesus 5:15
“Karena itu, perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu, janganlah kamu bodoh, tapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”
Kehormatan yang sangat luar biasa kalau kita diperkenan menjadi umat pilihan dan mengenal Allah yang hidup. Maka kita harus memaksa diri untuk bisa bertemu Tuhan. Sebagaimana kalau kita punya seorang idola, untuk bisa bertemu, membayar berapa pun rasanya kita bersedia. Sekalipun mereka tidak bisa melakukan sesuatu pun bagi kita. Jadi, kita bisa bertemu Bapa di surga oleh karena Tuhan Yesus yang mati di kayu salib menebus dosa kita. Sehingga kita dibenarkan atau dianggap benar walaupun belum benar. Dan setelah menjadi Kristen, kita akan diproses supaya menjadi sungguh-sungguh benar. Kita boleh menemui Dia, namun mengapa kita tidak menemui Dia? Sejatinya, kita semua punya karakter yang buruk dan belum sembuh total. Tetapi dalam perjumpaan dengan Tuhan, hidup kita diubah. Oleh sebab itu, kita harus mengisi hari-hari hidup kita dengan militan dan radikal, agar dapat melahirkan orang-orang hebat.
Mazmur 73 mengisahkan seseorang yang galau. Sebab dia melihat orang jahat, bahagia; orang yang bengkok, mujur; sedangkan dirinya yang sungguh-sungguh mencari Tuhan malah seperti kena tulah. Maka dikatakan dalam ayat 13-14, “Sia-sia aku mempertahankan hati yang bersih dan membasuh tanganku tanda tak bersalah, namun sepanjang hari aku kena tulah.” Maksudnya, percuma ia sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan, karena setiap pagi ia kena hukum, kena disiplin. Ayat 15, “Seandainya aku berkata: “Aku mau berkata-kata seperti itu,” maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.” Artinya kalau ia berkata begitu, berarti ia berkhianat kepada generasi berikutnya, karena tidak ada yang diajarkannya atau tidak ada diwariskannya kepada mereka.
Kita bisa mewariskan sesuatu yang baik kepada anak cucu kita, karena kita telah melewati perjalanan panjang dalam hidup, melewati keadaan-keadaan yang sulit. Dan hari ini kita melihat bagaimana tangan Tuhan menolong kita. Pertolongan di sini bukan hanya berarti kita sukses dalam studi, karir, rumah tangga, dan lain-lain, tetapi menolong kita untuk bisa mengenal kebenaran. Itu yang luar biasa. Coba bayangkan, kalau kita tidak diubah Tuhan, hari ini kita akan ikut-ikut bersaing menjadi pemimpin, berlomba mengumpulkan materi terbanyak, berlomba berpenampilan terhebat. Kita pasti berpikir bagaimana punya rumah yang lebih luas dengan halaman yang luas. Tetapi kita bersyukur, hari ini kita bisa seperti ini, karena kita ditolong Tuhan dalam sepanjang perjalanan hidup.
Ayat 16-19, “Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya, di tempat-tempat licin kau taruh mereka, kau jatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!”
Rasanya kita ingin minta Tuhan untuk membuat perbedaan antara kita yang sungguh-sungguh dengan mereka yang tidak sungguh-sungguh, sebab kelihatannya seperti sama saja. Hal itu membuat kita menjadi lemah, lalu kita bisa ikut-ikutan seperti anak-anak dunia lain. Namun kita harus perhatikan kesudahannya. Sebab kita memercayai Tuhan dan bahwa perkataan-Nya adalah benar. Tentu hari ini kita belum melihat kesudahannya, tetapi kita tahu nanti pasti beda. Nanti kita pasti dibawa oleh Tuhan ke sana. Pokoknya, kita harus berani radikal, harus berani militan. Orang tidak takut kekekalan, karena mereka tidak bisa melihat kekekalan. Kita sama-sama tidak lihat kekekalan, tetapi kita percaya apa yang dikatakan Tuhan, karena kita belajar memercayai-Nya.