Saudaraku,
Firman Tuhan adalah kebenaran yang menyucikan, artinya kebenaran firman Tuhanjika dipahami dengan benar dan dikenakan dalam hidup akan sangat berdaya gunamembersihkan semua unsur kekafiran dalam kehidupan orang percaya. Doa TuhanYesus agar orang percaya dikuduskan oleh kebenaran maksudnya adalah agar semuaunsur kekafiran dapat dilenyapkan dalam kehidupan orang percaya (Yoh. 17:17). Dalam hal ini pengudusan bukan hanya oleh darah Tuhan Yesus dimana kesalahanyang kita lakukan diampuni dan dihapus, namuan penyucian juga menunjuk kepadapembaharuan cara berpikir. Ini berarti mengubah gaya hidup secara total. Sebagaimana Tuhan menghapus semua dosa kita tanpa disisakan, Tuhan pun menghendaki agar manusia batiniah kita benar, kudus dan tidak bercela sama sekalisebab target yang dikehendaki oleh Tuhan adalah sempurna.
Tanpa disadari banyak orang percaya yang masih menyimpan unsur-unsur kekafirandalam hidup mereka. Sisa-sisa kekafiran inilah yang sangat mengganggu pertumbuhanrohani kita untuk mengenakan kodrat ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusanAllah. Mengambil bagian dalam kekudusan Allah artinya bertindak seperti Allah Bapabertindak. Perjalanan hidup sebagai orang Kristen adalah perjalanan untukdibersihkan dari unsur kekafiran dan selanjutnya sepenuhnya mengenakan unsur ilahisebagai pangeran-pangeran Kerajaan Surga yang memiliki keagungan seperti Bapa.
Banyak orang Kristen berpikir bahwa atribut-atribut kekristenan seperti pergi ke gerejamengikuti kebaktian, liturgi atau misa berarti sama dengan mengenakan kekristenan yang sejati. Dengan pergi ke gereja mereka merasa telah memiliki unsur ilahi dalam hidup mereka. Mereka membedakan unsur kekafiran dengan keberagamaan hanya pada kegiatan seremonialdan hukum moralnya. Mereka memandang yang tidak melakukan kegiatan ibadah sepertipergi ke rumah ibadah berarti kafir. Orang Kristen seperti ini memahami kekafiran sepertiagama lain, yaitu tidak percaya atau tidak mengakui Tuhan dan agama sebagai pemberiandari Tuhan. Apalah artinya mengaku percaya dan beragama jika tidak hidup sesuai dengankehendak Tuhan? Percaya berarti melakukan segala sesuatu sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Banyak orang Kristen merasa sudah menjadi orang percaya dan merasabukan orang kafir. Padahal faktanya mereka hidup cara orang kafir, belum hidup sesuaidengan kehendak Tuhan.
Kita dibesarkan dalam dunia yang semakin fasik dan sarat dengan segala unsur kekafiranyang tanpa kita sadari telah mewarnai hidup kita. Keadaan kita hari ini adalah keadaanmanusia yang telah terwarnai oleh banyak unsur kekafiran. Unsur kekafiran tertulis dalam 1Yohanes 2:15-17, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Unsur-unsur ini sudah terlanjur melekat kuat dalam diri kita sampai menjadi bagian yang tidakterpisahkan dengan kepribadian atau diri kita sendiri. Kita sudah terbiasa menerima diri kitasebagai sosok manusia wajar yang sudah benar atau baik, maka yang kita lakukan hanyalahmemoles. Padahal yang Tuhan kehendaki bukan memoles melainkan merobohkan samasekali atau menumpas atau mematikan. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan bahwa kita sudahmati.
Kata mati di sini menunjuk bahwa keberadaan manusia lama kita harus sama sekaliditiadakan. Dalam 2 Korintus 5:14-15 firman Tuhan mengatakan bahwa yang lama sedahberlalu dan baru baru sudah terbit. Ini jelas menunjukkan bahwa manusia lama kita harusditiadakan sama sekali. Dalam Efesus 4:22 dikatakan bahwa manusia lama harusditanggalkan. Kata ditanggalkan dalam teks aslinya adalah apotithemi (ἀποτίθημι) yang bisaberarti dilepaskan sama sekali atau dibuang. Seseorang yang masih memberi peluangunsur kekafiran hadir atau ada dalam hidupnya tidak akan pernah bisa “all out”terhadap Tuhan. Ini berarti ia tidak dapat menempatkan diri di hadapan Tuhan dengan benardan tidak menempatkan Tuhan secara pantas dalam hidupnya.
Teriring salam dan doa,
Dr. Erastus Sabdono
Seseorang yang masih memberi peluang unsur kekafiran hadir atau ada dalam hidupnya tidak akan pernah bisa “all out” terhadap Tuhan.