Rehobot Youth Daily Devotional – Kamis, 16 Juli 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Tetap Setia di Tengah Ketidakadilan
“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.” — Kejadian 39:21
Yusuf mengalami banyak ketidakadilan dalam hidupnya. Ia dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri, dijual sebagai budak, difitnah oleh istri Potifar, bahkan dipenjara padahal tidak bersalah. Dari sudut pandang manusia, hidup Yusuf terasa tidak adil dan penuh penderitaan. Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang tidak pernah berubah: Tuhan tetap menyertai Yusuf.
Sering kali kita juga mengalami hal yang mirip. Ada saat ketika kita diperlakukan tidak adil, disalahpahami, diremehkan, atau merasa usaha kita tidak dihargai. Situasi seperti itu bisa membuat hati kecewa dan kehilangan semangat. Tetapi melalui kehidupan Yusuf, kita belajar bahwa kehadiran Allah tidak bergantung pada keadaan yang nyaman. Tuhan tetap bekerja bahkan di tengah proses yang sulit dan tidak dimengerti.
Yusuf tidak membiarkan rasa sakit membuatnya meninggalkan Tuhan. Ia tetap hidup benar dan setia meskipun keadaan tidak berpihak kepadanya. Karena itulah Tuhan memakai hidup Yusuf untuk membawa keselamatan bagi banyak orang. Kehadiran Allah dalam hidup Yusuf mengubah penderitaan menjadi proses pembentukan yang penuh tujuan.
Rehobot Youth, mungkin hari ini kamu sedang menghadapi situasi yang terasa tidak adil. Namun jangan menyerah atau meninggalkan Tuhan. Allah yang hidup tetap menyertai dan bekerja dalam setiap proses hidupmu. Tetaplah setia, karena Tuhan dapat memakai setiap musim sulit untuk membentuk hidupmu menjadi berkat bagi banyak orang.
What to Do?
• Serahkan rasa kecewa dan ketidakadilan yang kamu alami kepada Tuhan.
• Belajar tetap hidup benar meskipun keadaan tidak selalu adil.
• Percaya bahwa Tuhan tetap bekerja dan menyertai hidupmu dalam setiap proses.
📖 Bible Marathon: 1 Petrus 4