Rehobot Youth Daily Devotional – Selasa, 8 September 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Sukacita yang Melampaui Prestasi
Mazmur 16:11
“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
Hi, Rehobot Youth! Pernahkah kamu merasa sangat bahagia setelah berhasil mencapai sesuatu? Misalnya mendapat nilai yang bagus, memenangkan perlombaan, diterima di kampus impian, atau memperoleh promosi di tempat kerja. Semua itu tentu patut disyukuri. Namun, pernahkah kamu menyadari bahwa rasa bahagia itu sering kali hanya bertahan sementara? Setelah satu target tercapai, muncul target berikutnya yang harus dikejar. Tanpa sadar, kita terus berlari mencari pencapaian baru demi merasakan kebahagiaan yang sama.
Tanpa disadari, kita bisa mulai mengukur nilai diri dari prestasi yang kita miliki. Saat berhasil, kita merasa bangga dan percaya diri. Namun ketika gagal, kita mudah kecewa, kehilangan semangat, bahkan mempertanyakan nilai diri kita. Firman Tuhan mengingatkan bahwa sukacita sejati tidak berasal dari apa yang berhasil kita capai, melainkan dari hadirat-Nya. Daud berkata bahwa di hadapan Tuhan ada sukacita yang berlimpah-limpah dan nikmat yang kekal. Artinya, sumber sukacita kita bukanlah hasil yang berubah-ubah, tetapi Pribadi Tuhan yang tidak pernah berubah.
Bukan berarti Tuhan tidak menginginkan kita berprestasi. Sebaliknya, Dia memanggil kita untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Namun, prestasi adalah hasil dari kesetiaan kita, bukan sumber identitas kita. Ketika hubungan kita dengan Tuhan menjadi yang utama, kita akan tetap rendah hati saat berhasil dan tetap memiliki pengharapan ketika mengalami kegagalan. Sukacita kita tidak lagi bergantung pada tepuk tangan manusia, tetapi pada kasih Tuhan yang selalu setia.
Rehobot Youth, kejarlah impianmu dengan sungguh-sungguh, belajarlah dengan tekun, dan berikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Namun, jangan biarkan pencapaian menentukan siapa dirimu. Ingatlah bahwa sebelum kamu meraih apa pun, Tuhan sudah lebih dahulu mengasihimu. Di dalam hadirat-Nya, kamu akan menemukan sukacita yang tidak bergantung pada nilai, penghargaan, jabatan, atau pengakuan orang lain. Prestasi dapat memberi kepuasan sesaat, tetapi hanya Tuhan yang dapat memenuhi hati untuk selamanya.
What To Do?
1. Sadarilah bahwa nilai dirimu berasal dari kasih Tuhan, bukan dari prestasi.
2. Jangan biarkan kegagalan menentukan nilai dirimu.
3. Jadikan Tuhan sumber sukacitamu.
📖 Bible Marathon: Yesaya 9