Skip to content

Semua Menjadi Indah

 

Tidak banyak orang yang sebenarnya memiliki kesempatan untuk menjadi umat pilihan seperti kita yang memiliki kesempatan untuk mendengar Injil secara lengkap dan utuh. Kita adalah orang-orang yang dipersiapkan untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan. Nanti di dalam kehidupan dunia yang akan datang ada kelompok yang disebut sebagai Royal Family (Keluarga Kerajaan) dan ada anggota masyarakat. Sebagai orang yang dipilih Tuhan, kita dipersiapkan untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan dalam kekekalan. Betapa menyesalnya kita kalau kita mengabaikan kesempatan ini. Jadi, jangan sampai dunia mewarnai jiwa sampai kita tidak bisa diperbaiki lagi. Sebab, kalau seseorang tidak mengisi hari hidupnya dengan benar, maka kuasa kegelapanlah yang mengisi hari hidupnya. 

Di tengah dunia yang jahat ini, rata-rata manusia tidak memperhatikan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jangankan anak muda, orang tua juga tidak. Sehingga banyak orang tua yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Namun jika kita berani memilih ini—apalagi bagi yang masih muda—maka kita pasti akan menjadi manusia yang luar biasa. Terlebih lagi nanti waktu kita di kekekalan setelah mati—dan itu pasti terjadi —karena kita sudah menabur sesuatu yang sangat baik, yaitu menabur bagaimana bertumbuh menjadi manusia Allah agar dapat masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan. Tapi bagi yang tidak tertarik, ya sudah, kita tidak bisa dipaksa. Menjadi orang Kristen itu bukan soal nyanyi dan pergi ke gereja. Sebab itu sebenarnya hanya merupakan sarana saja. Intinya adalah kita berubah menjadi manusia Allah, man of God, manusia sesuai dengan rancangan Allah, yang layak menjadi anggota keluarga Kerajaan.

Efesus 5:14, “Itulah sebabnya dikatakan: ‘Bangunlah, hai kamu yang tidur, dan bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan bercahaya atas kamu.’” 

Hal ini bukan berarti mati secara fisik. Ayo bangkit! Kristus akan bercahaya! Namun, jika seseorang tidak mau bangkit, maka ia tidak akan bisa. Firman Tuhan mengatakan, “Allah bekerja dalam segala hal mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya.” Orang yang haus dan lapar akan kebenaran akan dipuaskan. Jadi, kita harus memiliki respons. Sebab, kuasa gelap dengan jahat menggiring orang dari satu kesenangan ke kesenangan lain, dari satu hobi ke hobi yang lain, sampai tidak mampu lagi memiliki niat untuk mencintai Tuhan, tidak memiliki kehausan dan kelaparan akan kebenaran.

Sebab, untuk kekristenan ini orang tidak boleh setengah-setengah; all or nothing, semua atau tidak usah sama sekali. Coba kita bandingkan dengan Tuhan semesta alam yang menguasai jagat raya tanpa batas, kira-kira, apa yang pantas untuk Dia? Semuanya atau tidak usah sama sekali. Kalau teroris usia muda bisa, masa kita tidak bisa untuk hal yang positif? Mereka berani mati sekalipun untuk hal yang yang gila-gilaan, tidak logis, dan irasional, lalu mengapa kita yang rasional tidak bisa? Namun, jangan lupa: 

Pertama, kalau kita mencintai Tuhan, kita pasti memaksimalkan potensi supaya kita bisa mengabdi secara maksimal juga. Sebab, kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan tanpa potensi. Maka semua potensi kita harus dimaksimalkan. 

Kedua, kalau kita menarik hal realitas kekekalan di depan mata kita, maka segala hal menjadi indah dan cukup. Apa pun menjadi indah. Makan apa pun juga enak. Bagaimanapun juga terasa enak. Sejahtera hidup kita di sini. Dan kita tidak menjadi serakah atau tidak rakus. 

Alami Tuhan! Sebab Tuhan itu hidup dan nyata. Kenapa kita tidak menemui Dia? Tuhan itu realitas yang abadi, menjadi sahabat kita. Sedangkan apa yang kita miliki ini seperti mimpi dan akan habis lenyap. Tuhan adalah realitas dan Kristus akan bercahaya kalau kita bangkit.