Rehobot Youth Daily Devotional – Rabu, 18 Februari 2026.
Hello Gen Z people! Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Sahabat yang Berani Mengoreksi
Amsal 27:17
“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”
Pertemanan itu bukan cuma soal seru-seruan bareng atau saling dukung di masa senang. Sahabat sejati juga berani bilang “hei, kamu salah” dengan cara yang penuh kasih. Kadang itu nggak enak didengar, tapi justru koreksi itulah yang bikin kita bertumbuh dan nggak jatuh ke lubang yang sama.
Kalau kita lihat sejarah Indonesia, ada persahabatan antara Soekarno dan Mohammad Hatta. Mereka berdua sama-sama pejuang kemerdekaan, tapi nggak selalu sependapat. Ada momen ketika Hatta berani mengingatkan Soekarno tentang keputusan politik yang bisa berisiko. Justru karena keberanian itu, mereka bisa saling melengkapi dan membawa bangsa ke arah yang lebih baik. Persahabatan mereka jadi contoh bahwa teman sejati bukan hanya mendukung, tapi juga berani mengoreksi.
Yang namanya menegur dengan kasih itu selalu berani dilakukan langsung kepada sahabatnya, bukan malah dibicarakan di belakang. Kalau kita memilih untuk menegur di belakang, itu sama saja kita tidak benar-benar mengasihi sahabat kita. Teguran yang jujur dan penuh kasih justru menunjukkan kepedulian, karena kita ingin sahabat kita bertumbuh dan tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.
Jadi, kalau kamu punya sahabat yang berani mengingatkan, jangan anggap itu gangguan, anggap itu hadiah. Koreksi yang tulus adalah tanda kepedulian. Dengan sahabat seperti itu, perjalanan hidupmu akan lebih terarah, dan kamu bisa bertumbuh jadi versi terbaik dari dirimu.
What to Do?
1. Belajar menerima koreksi dengan hati terbuka, jangan langsung defensif.
2. Evaluasi circle pertemananmu: apakah mereka berani mengingatkanmu ketika salah.
3. Latih diri untuk jadi sahabat yang berani mengoreksi dengan kasih, bukan menjatuhkan.
📖 Bible Marathon: Yohanes 10