Rehobot Youth Daily Devotional – Senin, 17 Februari 2026.
Hello Gen Z people! Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Sahabat yang Berani Mengingatkan
Amsal 27:6
“Seorang sahabat yang setia menegur adalah lebih baik daripada seorang musuh yang mencium.”
Pertemanan itu bukan cuma soal ketawa bareng atau saling dukung di masa senang. Sahabat sejati juga berani bilang “hei, kamu salah” dengan cara yang penuh kasih. Kadang itu nggak enak didengar, tapi justru koreksi itulah yang bikin kita bertumbuh dan nggak jatuh ke lubang yang sama.
Kalau kita lihat tokoh Kristen Indonesia seperti Pdt. Ingwer Ludwig Nommensen, misionaris yang dikenal di Tanah Batak, beliau bukan hanya membangun gereja, tapi juga membangun komunitas. Ia sering menegur dan mengingatkan jemaatnya supaya tidak terjebak dalam kebiasaan lama yang merugikan. Koreksi itu membuat banyak orang belajar hidup lebih disiplin dan bertumbuh dalam iman.
Nah, di era kita sekarang, sahabat yang berani mengoreksi itu ibarat “rem” yang bikin kita nggak kebablasan. Bayangin kalau kita punya teman yang selalu bilang “oke aja” meski kita salah lama-lama kita bisa jatuh ke kebiasaan buruk tanpa sadar. Tapi kalau ada teman yang berani bilang “stop, itu nggak baik,” justru itu tanda mereka peduli sama masa depan kita.
Tuhan mau kita belajar menghargai koreksi. Jangan langsung tersinggung atau menjauh, tapi lihat niat baik di balik teguran itu. Dan sebaliknya, kita juga dipanggil untuk jadi sahabat yang berani mengingatkan dengan cara yang membangun, bukan menjatuhkan. Dengan begitu, circle kita jadi tempat yang sehat buat bertumbuh bersama.
What to Do?
1. Belajar menerima koreksi dengan hati terbuka, jangan langsung defensif.
2. Evaluasi circle pertemananmu: apakah mereka berani mengingatkanmu ketika salah.
3. Latih diri untuk jadi sahabat yang berani mengoreksi dengan kasih, bukan menjatuhkan.
📖 Bible Marathon: Yohanes 9