Tradisi literasi bangsa Yahudi menggunakan sistem patriarki, yaitu suatu sistem sosial atau budaya yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama, mendominasi dalam peran kepemimpinan, otoritas moral, hak sosial, dan penguasaan properti. Sistem ini sering kali memosisikan perempuan secara subordinat (masyarakat kelas dua) dan menciptakan ketidaksetaraan gender di berbagai aspek kehidupan, termasuk keluarga, ekonomi, dan politik. Begitu pula dalam silsilah Yahudi, nama perempuan hampir tidak pernah dicantumkan. Nama-nama perempuan tidak disebutkan karena silsilah dalam masyarakat Yahudi adalah dokumen tentang garis keturunan laki-laki, bukan untuk perempuan.
Namun yang luar biasa adalah Matius setidaknya mencantumkan nama lima perempuan dalam penulisan silsilah ini. Kelima nama perempuan itu bukanlah sebuah kebetulan, tetapi masing-masing membawa sebuah cerita dalam dimensi teologis yang sangat bermakna. Mereka adalah Tamar, Rahab, Rut, istri Uria, dan Maria. Pada kesempatan ini, penulis hanya menyampaikan kisah kehidupan Tamar dan Rahab.
Tamar adalah menantu Yehuda. Suaminya telah mati. Pada sisi yang lain, Yehuda tidak menunaikan kewajiban levirat atau menikahkan Tamar dengan anak laki-lakinya yang lain. Dalam keputusasaan, karena Tamar tidak memiliki keturunan, ia menyamar sebagai pelacur dan menipu Yehuda sendiri untuk menghamilinya. Ketika Yehuda hampir menghukum mati Tamar atas perilakunya, Tamar mengungkapkan identitasnya—dan Yehuda berkata: “Ia lebih benar dari padaku.”
Kehadiran Tamar dalam silsilah atau garis keturunan Tuhan Yesus menyiratkan bahwa Allah dapat memakai situasi yang paling tidak diharapkan untuk proyek penyelamatan manusia, bahkan mungkin pula melalui tindakan yang tampaknya memalukan. Allah tidak menunggu garis keturunan yang bersih dan sempurna. Roma 8:28 berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Kita percaya bahwa Allah dapat menggunakan segala cara untuk mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mengasihi Dia. Sekali lagi, bahkan melalui cara yang sangat memalukan dan memilukan hati. Namun, faktanya banyak orang percaya yang sebenarnya tidak tahu rencana Allah yang agung dan hebat ini. Tidak sedikit orang percaya yang marah dengan keadaannya, dengan permasalahannya, dan dengan segala pergumulan hidupnya.
Jangan pernah berpikir bahwa bentuk kasih Allah adalah memberikan segala sesuatu yang kita minta. Namun, bentuk kasih Allah kepada orang-orang yang dikasihi-Nya justru bisa berupa mengambil sesuatu dari kita. Kebijakan Allah dengan memasukkan peristiwa Tamar melalui Matius dalam silsilah Tuhan Yesus bukanlah sesuatu yang memalukan, menjijikkan, atau bahkan merusak kesakralan kitab suci. Sebaliknya, Allah mengajarkan bahwa di balik sesuatu yang rusak, Dia dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang baik. Allah tidak pernah menutup-nutupi kejahatan, kecemaran, dan kegagalan orang-orang pilihan-Nya. Selama orang itu tetap “dekat” dengan Allah, Dia akan menggunakan berbagai cara untuk mendidik anak-anak-Nya.
Nama perempuan berikutnya adalah Rahab, yang juga memiliki cerita hidup yang tidak jauh berbeda dengan Tamar. Rahab adalah perempuan Kanaan, bangsa asing, bahkan bangsa yang menjadi musuh Israel. Rahab adalah seorang pelacur di kota Yerikho. Namun, dalam satu peristiwa, ia mengambil risiko dengan pertaruhan nyawanya untuk menyembunyikan para pengintai Israel. Tindakan yang diambil Rahab menyatakan imannya kepada Allah Israel. Atas tindakannya itulah, ia terselamatkan ketika kota Yerikho jatuh. Rahab menikah dengan Salmon dan menjadi salah satu nenek moyang Daud.
Sekali lagi perlu senantiasa diingat: Allah memerlukan sebuah peristiwa untuk menghadirkan eksistensi-Nya sebagai bagian dari cara-Nya mendidik, melindungi, dan mengarahkan orang-orang percaya. Seperti cerita Rahab, iman untuk memercayai Allah Israel mengalahkan latar belakang, etnis, dan moral kehidupan seseorang. Bahkan, Allah tidak pernah menolak orang-orang yang pernah menolak-Nya.
Dalam silsilah Mesias, terdapat darah Kanaan, darah asing, atau darah musuh. Ada masa lalu yang kelam, dan itu tidak akan mengubah rencana Allah. Bagaimana keadaan Bapak/Ibu saat ini? Apakah sedang berada dalam situasi yang menakutkan dan mengkhawatirkan? Percayalah, Allah Bapa, Elohim Yahweh, dapat menggunakan berbagai peristiwa kehidupan yang paling getir untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi-Nya. Kuncinya hanya satu, yakni: KASIHILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATI, JIWA, DAN PIKIRANMU.