Rehobot Youth Daily Devotional – Sabtu, 14 Maret 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Peace Over Being Right
“Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.”
— Amsal 15:18
Dalam konflik, godaan terbesar kita sering kali bukan untuk mencari damai, melainkan untuk membuktikan bahwa kita benar. Kita ingin didengar, dimengerti, dan diakui. Sayangnya, keinginan untuk “menang” justru sering memperpanjang pertengkaran dan melukai hubungan yang seharusnya dijaga.
Amsal 15:18 menunjukkan perbedaan yang jelas: kemarahan menyalakan api konflik, sedangkan kesabaran memadamkannya. Artinya, konflik tidak selalu berhenti karena argumen yang lebih kuat, tetapi karena hati yang mau tenang dan rendah.
Memilih damai bukan berarti kita salah, dan mengalah bukan berarti kita lemah. Justru dibutuhkan kedewasaan iman untuk menahan emosi, menjaga kata-kata, dan tidak bereaksi secara impulsif. Orang yang sabar memilih hubungan sebagai sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar pembenaran diri.
Konflik dapat menjadi ruang pembelajaran: apakah kita sedang memperjuangkan kebenaran dengan kasih, atau hanya mempertahankan ego? Tidak semua perdebatan harus dimenangkan. Kadang, yang Tuhan inginkan adalah hati yang mau menjaga damai. Kita dipanggil untuk belajar mengendalikan emosi, berhenti sejenak, mendengar, dan merendahkan hati—karena damai sering lahir dari kerendahan hati, bukan dari kemenangan argumen.
What To Do?
1. Saat emosi naik, pilih diam sejenak sebelum merespons.
2. Tanyakan pada diri sendiri: damai atau pembenaran diri?
3. Doakan hati yang sabar dan sikap yang penuh kasih.
📖 Bible Marathon: Kisah Para Rasul 13