Rehobot Youth Daily Devotional – Rabu, 04 November 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Mulut yang Mau Dikoreksi
Efesus 4:29
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Hi, Rehobot Youth! Pernahkah kamu ditegur karena perkataanmu dianggap kasar, kotor, atau menyakiti orang lain? Mungkin respons pertama kita adalah membela diri dengan berkata, “Aku cuma bercanda,” “Dia terlalu sensitif,” atau “Teman-temanku juga ngomong begitu.” Namun, ketika perkataan kita menyakiti atau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, kita perlu memiliki kerendahan hati untuk menerima koreksi. Tidak semua yang biasa diucapkan dalam pergaulan berarti benar untuk kita ucapkan.
Firman Tuhan mengajarkan agar tidak ada perkataan kotor keluar dari mulut kita, melainkan perkataan yang membangun. Karena itu, kita perlu tekun membaca Alkitab, mendengarkan khotbah, dan berdoa. Melalui kebiasaan tersebut, Tuhan membentuk hati dan cara berpikir kita sehingga kita semakin peka terhadap perkataan yang tidak berkenan kepada-Nya. Semakin mengenal kebenaran Tuhan, kita seharusnya semakin mampu membedakan mana perkataan yang membangun dan mana yang dapat melukai orang lain.
Rehobot Youth, Tuhan juga dapat memakai orang-orang di sekitar kita untuk mengoreksi perkataan kita. Orang tua, saudara, pemimpin, guru, atau teman mungkin mengingatkan ketika cara bicara kita mulai kasar atau menyakitkan. Reaksi pertama kita sering kali ingin membela diri atau merasa dihakimi. Cobalah menahan diri sejenak, dengarkan dengan rendah hati, lalu periksa perkataanmu berdasarkan Firman Tuhan. Teguran itu mungkin tidak enak didengar, tetapi bisa menjadi cara Tuhan menolong kita menyadari kata-kata yang selama ini kita anggap biasa.
Karena itu, Rehobot Youth, milikilah hati yang bersedia ditegur dan dibentuk oleh Tuhan. Jangan mempertahankan perkataan yang salah hanya karena sudah menjadi kebiasaan atau dianggap normal oleh lingkungan. Mintalah Tuhan menolong kita menjaga setiap perkataan agar dapat membawa kebaikan bagi orang lain. Kerendahan hati terlihat ketika kita tidak hanya mau mendengar koreksi, tetapi juga bersedia berubah supaya perkataan kita semakin mencerminkan karakter Kristus.
What To Do?
1. Pikirkan terlebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
2. Belajar mengendalikan emosi agar perkataan tetap terjaga.
3. Pilih perkataan yang baik dan membangun, bukan yang menyakiti.
📖 Bible Marathon: Yeremia 35