Skip to content

Menjadi Kesaksian

Saudaraku,

Kita harus selalu memeriksa seberapa kita menyediakan diri kita untuk Tuhan. Sebab tanpa kita sadari, sering kita tergerus oleh keinginan, kesenangan dan segala kejadian hidup yang menarik perhatian kita atau mengganggu pikiran, perasaan kita sehingga kita tidak bisa sepenuhnya, seutuhnya tertuju kepada Tuhan. Sejatinya, urusan kita hanya Tuhan. Ini kedengarannya berlebihan atau ekstrem, tetapi ini yang benar, urusan kita hanya Tuhan. Saya ingatkan bahwa kita itu diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan juga menebus kita dari dosa.

Dan firman Tuhan mengatakan di 1 Korintus 6:19-20 bahwa kita itu milik Tuhan, bukan milik kita sendiri. Itulah sebabnya hidup kita harus tertuju sepenuhnya, seutuhnya kepada Tuhan. Baik kita makan atau minum atau melakukan sesuatu yang lain, kita lakukan semua itu untuk kemuliaan Tuhan. Yaitu bagaimana kita bisa benar-benar berguna bagi pekerjaan Tuhan. Berguna bagi pekerjaan Tuhan, artinya:

Yang pertama, jangan menyakiti atau melukai hati Bapa. Dalam segala hal yang kita lakukan kita harus sungguh-sungguh menyenangkan Tuhan, jangan ada kesalahan sekecil apa pun dan kita serius merajut kehidupan dengan cara demikian. Dengan demikian kita menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

Yang kedua, segala sesuatu yang kita lakukan harus menjadi kesaksian agar orang mengenal siapa dan bagaimana Allah yang benar. Siapa yang benar adalah Elohim Yahweh, Allah Israel. Lalu bagaimana Allah yang benar itu? Tuhan Yesus Kristus memperagakan hidup dari Bapa, sifat dari Bapa dan sekarang Yesus naik ke surga. Yesus berkata, “Seperti Bapa mengutus Aku, Aku mengutus kamu.” Kita mewakili Tuhan Yesus untuk memperagakan sifat dan karakter Bapa. Hidup yang ditujukan kepada Allah itu demikian. Menjadi kesaksian. Tentu kehidupan yang menjadi kesaksian seperti ini akan membuat orang bertobat. Hidup kita harus menjadi pola yang melaluinya mereka membangun diri, mengubah diri dari pola hidup salah yang mereka miliki.

Tentu kehidupan yang memperagakan sifat, karakter Allah Bapa, sifat karakter Tuhan Yesus, tidak akan menyakiti, melukai siapa pun. Luar biasa. Bukan hanya tidak menyakiti mereka yang tidak bersalah tapi juga tidak menyakiti mereka yang bersalah. Dijauhkanlah kita dari menghakimi orang, menyakiti orang, apalagi menghukum. Sifat, karakter Allah yang agung, yang penuh belas kasihan itulah yang kita terjemahkan di dalam kata, perbuatan kita dan itu benar-benar membahagiakan Allah, dan itu adalah pelayanan yang sesungguhnya. Bagaimana pikiran Allah, perasaan Allah, kehendak-Nya diterjemahkan, diwujudkan dalam perbuatan kita, sehingga tidak ada satu kata yang kita ucapkan yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Tidak ada satu kata yang kita tulis di media sosial yang tidak sesuai dengan pikiran, perasaan Allah.

Dari hal ini kita bisa membedakan antara anak-anak kuasa gelap, anak-anak Iblis dan anak-anak Allah. Anak-anak Allah itu teduh, tenang, diam, sejuk, kata-katanya pasti memberkati, meneduhkan, membangun. Tapi kalau anak-anak setan menyerang, menyakiti, melukai, mem-bully, menzalimi, menekan. Ayo, kita serius kita tujukan hidup kita kepada Tuhan. Kita berusaha membuang semua unsur-unsur kekafiran di dalam hidup kita, dan Roh Kudus pasti menolong kita dan inilah asyiknya hidup. Kita memasuki sekolah kehidupan dan inilah sebenarnya proses yang sesungguhnya dari pemuridan, yakni memenuhi amanat Agung Tuhan Yesus, “Jadikan semua bangsa murid-Ku.”

Sebagai anak-anak Allah yang sadar akan kehidupan dan makna hidup ini, ayo kita tujukan hidup kita kepada Tuhan. Kita menyenangkan Tuhan dengan segala hal yang kita lakukan, kita memperagakan, mewujudkan, menerjemahkan kehendak Allah dalam perkataan dan perbuatan yang memberkati sesama kita. Yang akhirnya Tuhan pasti akan memperluas pelayanan kita dengan memikirkan pekerjaan Tuhan yang lebih besar. Dari menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita, keluarga kita, keluarga besar, handai-taulan di sekitar kita, tempat pekerjaan kita hingga kita memikirkan tempat-tempat dan wilayah-wilayah jauh yang belum terjamah oleh Injil. Kita memikirkan keselamatan jiwa dari banyak orang di banyak tempat yang sedang meluncur menuju kegelapan abadi.

Mari kita semua memikirkan pekerjaan Tuhan yang besar ini. Inilah pesan Tuhan untuk Saudara dan saya pada hari ini, kita tujukan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan. Kita mau lebih serius, kita sepenuh-penuhnya hidup bagi Tuhan.

 

Teriring salam dan doa,

Pdt. Dr. Erastus Sabdono

 

Segala sesuatu yang kita lakukan harus menjadi kesaksian agar orang mengenal siapa dan bagaimana Allah yang benar.