Mencari Tuhan

Firman Tuhan mengatakan “carilah Tuhan.” Apa sebenarnya yang dimaksud dengan mencari Tuhan itu? Mencari Tuhan artinya berusaha untuk mengalami Tuhan di dalam perjumpaan dengan Allah yang hidup dan nyata, serta berjalan bersama dengan Dia setiap hari. Jadi, mencari Tuhan itu usaha kita untuk mengalami Tuhan dalam perjumpaan dengan Tuhan yang hidup, Tuhan yang nyata, serta berjalan dengan Tuhan setiap hari. Dalam hal mencari Tuhan, pada dasarnya sama dengan berusaha untuk mengerti apa yang Tuhan kehendaki dan apa yang Tuhan rencanakan untuk kita lakukan dan kita penuhi dalam hidup ini. Tentu kehendak dan rencana Allah dalam hidup masing-masing kita itu berbeda. Maka, setiap orang, setiap individu harus menemukan apa kehendak Allah dalam hidup kita masing-masing, dan apa yang Allah rencanakan dalam hidup kita masing-masing untuk kita penuhi.

Sejatinya, Tuhan tidak pernah hilang; Ia selalu ada. Manusialah yang hilang karena memilih jalannya sendiri, tidak hidup menurut jalan Tuhan. Banyak orang tidak memedulikan apa artinya mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan berjalan bersama Dia, tidak peduli akan kehendak Allah dan rencana-Nya untuk dilakukan dan dipenuhi. Manusia yang terhilang adalah manusia yang tidak mengalami perjumpaan dengan Allah, dan tidak berjalan bersama dengan Tuhan setiap hari. Tentu orang-orang seperti ini tidak mengerti kehendak Allah dalam hidupnya dan rencana Allah dalam hidupnya untuk dipenuhi. Jadi, ketika kita hidup dalam kehendak dan rencana kita sendiri dan kita tidak merasakan tidak mengalami perjumpaan dengan Allah, sejatinya kita sedang terhilang.

Roh Kudus pasti mengingatkan, menegur agar kita bertobat. Sebab tanpa kekudusan, tidak seorangpun melihat Allah. Tetapi kalau peringatan dan teguran Roh Kudus diabaikan, tidak dipedulikan, orang itu akan benar-benar terhilang sampai selama-lamanya. Jadi kalau Firman Tuhan mengatakan, “jangan sampai matahari terbenam sementara kau masih marah,” artinya marah itu bisa saja, tetapi harus dilokalisir, lalu diselesaikan. Itulah sebabnya firman Tuhan mengatakan, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui.” Jadi, kalau kita serius mau hidup selalu ada di hadirat Tuhan, kita harus selalu memeriksa diri. Kalau ada sesuatu yang salah, kita langsung minta ampun. Dan kebiasaan itu, akan membuat kita memiliki naluri hidup bersih. Jadi kalau kita salah, kita mudah tertuduh, sejahtera kita akan hilang. Karena kita telah keluar dari lingkaran hadirat Allah, maka kita sadar dan kita tersiksa.

Bagaimana cara kita mencari Allah? Pertama, kita harus sungguh-sungguh setiap hari menyediakan waktu untuk berjumpa dengan Tuhan dalam jam doa, dalam saat teduh. Betul-betul kita memang menyediakan waktu untuk bertemu Tuhan. Kita punya waktu bertemu dengan orangtua, punya waktu bertemu dengan pasangan hidup, punya waktu bertemu dengan anak-anak, dengan keluarga, ada waktu untuk jalan-jalan dengan keluarga. Pada waktu kita datang ke hadirat Allah, itu harus kita anggap sebagai prime time kita, lebih dari semua waktu yang kita gunakan. Di sini, akan tampak keseriusan kita memercayai Allah yang tidak kelihatan; memercayai Allah yang tidak tampak. Bisa berminggu-minggu kita seakan-akan bicara ke udara kosong. Tetapi kita harus setia, tekun terus mencari wajah Tuhan sampai kita menemukannya. Ada pengalaman-pengalaman luar biasa yang nanti kita akan alami di situ. Kalau kita tidak memulai sekarang, kita tidak akan pernah memiliki jam pertemuan dengan Tuhan

Kedua, kita harus menemukan kebenaran melalui Alkitab. Hal ini bisa melalui pembacaan Alkitab, buku-buku rohani, atau khotbah. Untuk ini, kita harus selektif. Siapa yang harus kita dengar, buku mana yang harus kita baca. Ketiga, kita harus memperhatikan setiap kejadian yang kita alami, karena itu merupakan cara Allah mendewasakan. Dalam hal ini, dewasa itu sama dengan suci. Suci itu bukan hanya berarti bersih, tetapi memiliki pikiran dan perasaan yang tajam, sehingga semua kehendak kita yang dilahirkan dari pikiran dan perasaan itu, selalu sesuai dengan kehendak Allah. Itu. Jadi, pendewasaan kita itu sama dengan proses untuk hidup makin kudus. Setiap peristiwa itu memuat berkat. Pasti ada nasihat dan berkat Tuhan. Ini tergantung bagaimana kita merespons kejadian dan peristiwa yang kita alami. Jikalau respons kita salah, kita bisa tambah rusak. Jikalau respons kita baik, maka diri kita juga akan bertambah baik. Kehadiran Allah di dalam hidup kita juga melalui berbagai keadaan yang tidak menyenangkan yang merupakan berkat kekal, dimana semua itu merupakan cara Allah mendidik kita. Seiring perjalanan waktu, kedewasaan kita harus bertambah, kesucian kita harus bertambah, tidak boleh meleset lagi. Kalau kita tidak dewasa, kita tidak bisa berjalan bersama dengan Tuhan. Maka, mari gunakan waktu sisa hidup kita untuk mencari wajah-Nya, menemukan Tuhan agar kita sempurna. Jangan menunda!

Mencari Tuhan artinya berusaha untuk mengalami Tuhan di dalam perjumpaan dengan Allah yang hidup dan nyata, serta berjalan bersama dengan Dia setiap hari.