Skip to content

Memaafkan Masa Lalu yang Masih Membekas

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Minggu, 10 Mei 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Memaafkan Masa Lalu yang Masih Membekas

Yesaya 43:18
“firman-Nya: Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!”

Ada masa lalu yang tidak mudah dilepaskan. Bukan karena kita ingin terus mengingatnya, tetapi karena luka, kegagalan, atau kehilangan itu masih meninggalkan bekas. Kadang situasinya sudah berlalu, tetapi dampaknya masih terasa—di pikiran, emosi, bahkan cara kita memandang hidup.

Firman Tuhan hari ini bukan sedang menyuruh kita menyangkal masa lalu, apalagi berpura-pura baik-baik saja. Tuhan tahu bahwa ingatan bisa membekas. Namun Ia mengundang kita untuk tidak terus hidup terikat pada apa yang sudah terjadi. “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu” adalah panggilan untuk melepaskan masa lalu dari posisi menguasai hati kita.

Mengampuni masa lalu berarti berhenti membiarkan pengalaman lama menentukan siapa kita hari ini. Ini adalah keputusan rohani—bukan karena luka sudah hilang, tetapi karena kita percaya Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baru. Pengampunan membuka ruang bagi Tuhan untuk bekerja, bahkan ketika pemulihan belum sepenuhnya terlihat.

Tuhan tidak menunggu hidup kita pulih sempurna untuk memberikan damai. Ia rindu membebaskan hati kita terlebih dahulu. Ketika kita memilih mengampuni masa lalu, kita sedang berkata: “Aku tidak lagi hidup dikendalikan oleh apa yang pernah terjadi, tetapi oleh apa yang Tuhan sedang kerjakan.”

What To Do?
• Akui di hadapan Tuhan bagian masa lalu yang masih membekas di hatimu.
• Berdoalah dan nyatakan keputusan untuk mengampuni situasi tersebut, meski perasaan belum sepenuhnya berubah.
• Percayakan proses pemulihan kepada Tuhan, satu hari demi satu hari.

📖 Bible Marathon: 2 Korintus 10