Memang, orang tua harus membimbing sebagai mentor, gereja harus mengajar, dan pendeta harus menggembalakan. Namun pada akhirnya, semuanya kembali kepada setiap individu. Bila seseorang hanya bermoral baik seperti bangsa Israel, ia belum tentu memiliki hubungan pribadi dengan Allah. Sebab hukum bisa diajarkan tanpa Roh Kudus. Namun untuk dikembalikan kepada rancangan Allah semula, sesuai dengan maksud keselamatan yang dikerjakan oleh Allah sendiri, harus ada sentuhan langsung antara Allah dan setiap individu. Karena itu, bila orang tua tidak memiliki perjumpaan pribadi dengan Allah, sulit dibayangkan bagaimana keadaan rohani anak-anak mereka. Inilah sebabnya kita harus memilih. Jangan menjadi Kristen karena keturunan, jangan menjadi Kristen tanpa memilih dan tanpa komitmen.
Bangsa Israel memiliki perjanjian dengan Allah. Mereka tidak boleh menyembah allah lain selain Elohim Yahweh dan tidak boleh hidup di luar Taurat. Sebab, hidup di luar Taurat berarti pemberontakan terhadap Allah. Sejarah menunjukkan bagaimana Allah menghajar umat-Nya dengan keras ketika mereka berkhianat dan tidak menaati hukum-Nya. Mereka harus disunat sebagai tanda perjanjian antara mereka dan Allah. Namun bagi orang Kristen hari ini, Alkitab menyatakan bahwa kita harus disunat hati, bukan secara fisik. Hati kita yang harus diremukkan dan dibersihkan. Sebab, bila kita tidak mengikut jejak Yesus, berarti kita mengingkari perjanjian itu sendiri, karena iman adalah penurutan terhadap kehendak Allah.
Itulah sebabnya, dalam Ibrani 12 kita menemukan panggilan kepada perlombaan yang wajib. Yang menghalangi kita bukanlah perlombaan itu sendiri, melainkan beban dan dosa: beban keterikatan dengan dunia, dan dosa keterikatan dengan daging. Menanggalkan beban dan dosa adalah langkah awal, bukan tujuan akhir. Perlombaan sejatinya adalah memandang kepada Yesus yang membawa iman kita kepada kesempurnaan (Ibrani 12:2). Iman yang sempurna adalah iman yang meniru ketaatan Kristus — taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib.
Ironisnya, banyak orang Kristen tidak memahami hal ini. Karena itu, tidak sedikit yang akhirnya berpaling dari iman. Mereka tidak mengerti bahwa kita terikat perjanjian kekal dengan Allah melalui kematian Yesus Kristus. Melalui darah-Nya, kita dibenarkan dan dimasukkan dalam perjanjian baru. Karena itu, kita harus mengikut jejak Kristus. Begitu kita terlahir, kita sebenarnya sudah berstatus “bukan berasal dari dunia ini.” Maka jangan hidup orisinal sebagai ciptaan Allah, lalu mati sebagai imitasi dunia.
Menjadi orang Kristen sesungguhnya tidak sulit. Bila seseorang terlahir dalam keluarga Kristen, menjadi orang beragama Kristen bukanlah perkara sukar. Ia bisa beribadah setiap minggu, aktif di gereja, bahkan menjadi majelis. Ada yang kemudian menempuh pendidikan teologi, menjadi pendeta, dosen seminari, bahkan pemimpin sinode. Semua itu tidak sulit. Namun untuk mengiring Yesus, itu pilihan. Mengiring Yesus bukan mengalir bersama kebiasaan keagamaan, tetapi menempuh jalan sempit yang memerlukan keberanian dan keputusan pribadi.
Karena itu, Matius 7:21-23 menegaskan siapa yang dikenal oleh Tuhan Yesus: hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa. Walaupun seseorang beragama Kristen, bila ia tidak melakukan kehendak Bapa, ia tidak dikenal oleh Tuhan. Sekalipun ia aktivis gereja, majelis, atau bahkan pendeta, tanpa melakukan kehendak Allah, semuanya sia-sia. Melakukan kehendak Bapa tidak diwariskan otomatis, melainkan hasil dari pilihan dan perjuangan pribadi. Maka, Lukas 13:23-24 berkata, “Berjuanglah masuk melalui pintu yang sempit, karena banyak orang berusaha, tetapi tidak dapat masuk.” Kalimat ini diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri, ketika menjawab pertanyaan, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
Karena itu, kita harus menyadari betapa besar kasih karunia bahwa kita terlahir sebagai orang Kristen. Atau mungkin kita menjadi Kristen karena pasangan hidup kita. Itu pun bukan kebetulan. Tetapi sekarang, pilihlah dengan sadar untuk mengikut Kristus. Berjuanglah. Sebab menjadi Kristen adalah anugerah, tetapi menjadi pengikut Kristus sejati adalah pilihan. Jangan puas menjadi Kristen tanpa memilih, sebab hanya mereka yang memilih untuk hidup dalam kehendak Allah yang akan dikenal dan dimuliakan bersama Kristus.