Saudaraku,
Betapa sulitnya memiliki cara berpikir yang berbeda dengan dunia, sebab tanpa disadari dunia telah membentuk cara berpikir dan gaya hidup tertentu yang mengakar di dalam kehidupan banyak orang sehingga sudah sangat sukar sekali diubah. Banyak orang Kristen sudah menjadi “entitas” yang sama dengan dunia ini, tetapi mereka benar-benar tidak menyadarinya. Mereka tidak memahami esensi cara berpikir dan gaya hidup Tuhan Yesus. Banyak orang juga berpikir bahwa tidak mungkin bisa menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Dengan berpikir demikian, sejatinya mereka menganggap dan menuduh Tuhan sebagai pendusta, seakan-akan Tuhan “omong kosong” dengan memerintahkan orang percaya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan.
Padahal Tuhan yang bijaksana tidak mungkin memerintahkan orang percaya melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Hendaknya bukan karena telah melihat kegagalan diri sendiri dan banyak orang untuk melakukan kehendak Tuhan maka kita berpikir mustahil untuk memiliki cara berpikir dan gaya hidup seperti Tuhan Yesus. Salah satu cara berpikir dan gaya hidup Tuhan Yesus selama di dunia ini adalah “kesederhanaan.” Ia benar-benar tidak mengingini dunia ini. Walau Ia memiliki kesempatan meraih dan memilikinya untuk diri-Nya sendiri, tetapi Ia memilih untuk bersikap hidup yang dinyatakan dengan pernyataan bahwa makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Itulah sebabnya dengan tandas Ia berkata, “serigala memiliki liang dan burung memiliki sarang, tetapi Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Luk. 9: 58).
Kalimat kiasan ini memuat kebenaran bahwa Tuhan Yesus hidup dalam kesederhanaan yang sangat ekstrem. Paulus adalah sosok orang percaya yang meneladani gaya hidup Guru dan Tuhannya ini. Dari seluruh kesaksian hidup dan tulisan surat-surat Paulus nampak sekali gaya hidup Tuhan Yesus yang dikenakannya. Dengan demikian Paulus mengerti benar sebagai pengikut-Nya dan merasakan bahwa bersama dengan Bapa sudah cukup dan merasa benar-benar puas. Tentu saja pribadi seperti ini tidak akan menyalahgunakan pelayanan pekerjaan Tuhan untuk kepentingan pribadi. Ia juga tidak akan lagi berusaha untuk memiliki semua yang ada di dalam dunia ini selain berguna untuk kepentingan pekerjaan Tuhan. Dengan demikian ia dapat melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan.
Teriring salam dan doa,
Dr. Erastus Sabdono
Salah satu cara berpikir dan gaya hidup Tuhan Yesus selama di dunia ini adalah kesederhanaan.