Skip to content

Kebaikan Tuhan

Saudaraku,

Minggu ini adalah hari Minggu terakhir di tahun 2025. Banyak hal yang telah kita lalui, yaitu lembar-lembar hari yang memiliki banyak catatan. Catatan-catatan tersebut harus rela kita lepaskan dan akan tersimpan di perpustakaan abadi kehidupan. Tetapi apa yang telah kita baca dan pelajari dari dalamnya membekali kita menapaki hari esok yang masih panjang yang akan terus meluncur menuju kekekalan. Lembar-lembar tersebut merupakan mata kuliah yang meningkatkan kualitas hidup kita sebagai anak-anak Allah, sebab di dalamnya Allah bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia (Rm. 8:28).

 

Kebaikan itu adalah agar kita bisa menjadi sempurna seperti Tuhan Yesus, sehingga Dia menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Kata “saudara” di sini menunjuk kepada kita yang mengasihi Tuhan dan yang menerima pembentukan-Nya. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak melupakan apa yang telah diajarkan Tuhan kepada kita di lembar tahun ini. Apa yang Tuhan ajarkan melalui segala peristiwa kehidupan yang kita lalui adalah harta tak ternilai, sebab tidak dapat dibeli dengan uang serta ada dalam perjalanan waktu yang tidak dapat diulang. Dan yang paling luar biasa adalah di dalamnya ada jejak Allah yang pasti sangat sempurna.

 

Kalau kita mau berhenti sejenak dan mengingat-ingat apa yang Tuhan telah kerjakan sebagai bentuk penggarapan-Nya di tahun yang sebentar akan kita tinggalkan, kita bisa terharu dengan penuh rasa syukur, sebab Allah begitu baik, sangat baik. Kebaikan-Nya bukanlah diukur dengan berkat jasmani, mukjizat dan segala peristiwa spektakuler lain yang bisa dikerjakan-Nya. Kebaikan Tuhan nyata pada kesabaran Tuhan menuntun kita kepada segala kebenaran agar kita dikembalikan kepada rancangan semula Allah. Rancangan semula Allah adalah menciptakan manusia yang sempurna seperti Diri-Nya sendiri. Itulah keselamatan itu. Tidak ada berkat yang lebih besar dari ini, yaitu menjadikan kita sempurna seperti Tuhan Yesus.

 

Menatap tahun baru yang akan kita jelang, Allah Bapa sudah menyediakan berkat dan kebaikan-Nya yang tiada tara pula. Berkat dan kebaikan Tuhan itu adalah lembar-lembar mata perkuliahan yang Tuhan berikan bagi orang yang mengasihi-Nya. Di dalamnya terbungkus melalui segala peristiwa dan kejadian yang Tuhan izinkan kita alami. Oleh sebab itu kita harus mempersenjatai diri dengan pengertian bahwa hidup dalam dunia adalah masa persiapan untuk dilayakkan masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Hidup ini adalah padang pasir menuju Kanaan Surgawi yang berlimpah dengan segala keindahan sejati dari Allah semesta alam. Dunia bukan rumah kita dan kita tidak boleh mengusahakannya menjadi Firdaus.

 

 

Teriring salam dan doa,

Pdt. Dr. Erastus Sabdono

 

Kebaikan Tuhan nyata pada kesabaran Tuhan menuntun kita kepada segala kebenaran agar kita dikembalikan kepada rancangan semula Allah.