Skip to content

Gairah Dari Diri Sendiri

Saudaraku,

Menyenangkan hati Tuhan adalah hal yang paling rumit dan tersulit dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu kita tidak boleh menganggap sepele atau remeh hal ini. Inilah hal yang harus diperjuangkan lebih dari memperjuangkan segala sesuatu. Tetapi ironisnya banyak orang memperjuangkan banyak hal namun tidak memperjuangkan hal ini secara benar. Hampir semua manusia menempatkan hal ini bukan pada urutan utama dan pertama, bahkan ada yang tidak mencantumkannya dalam daftar kebutuhan hidup ini. Mereka menganggap bahwa menyenangkan hati Tuhan adalah hal yang tidak penting. Tuhan pun juga seakan-akan tidak peduli akan hal ini. Seakan-akan Tuhan pun berdiam diri kalau seorang Kristen tidak menyukakan hati-Nya.

Sesungguhnya tidaklah demikian, Tuhan selalu mengingatkan umat pilihan-Nya untuk menempatkan hal ini pada urutan pertama dan utama dalam hidup. Sesungguhnya Tuhan bukan berdiam diri terhadap keadaan manusia yang tidak menyukakan hati Tuhan, tetapi Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya terhadap umat untuk dapat menyukakan hati-Nya. Memaksakan kehendak bukanlah hakekat Tuhan. Tentu saja Tuhan memiliki harga diri. Ia adalah Tuhan yang mulia dan agung. Tuhan tidak akan memaksakan seseorang untuk menyenangkan hati-Nya dengan ancaman-ancaman atau menggunakan kuasanya-Nya sehingga secara otomatis seseorang bisa menyukakan hati Tuhan.

Gairah menyenangkan hati Tuhan haruslah mengalir dari diri seseorang yang digerakan oleh dirinya sendiri. Inilah letak misteri kehidupan dari kehendak bebas manusia yang ditaruh Tuhan atas setiap individu. Dengan hal ini setiap individu bisa menunjukkan keberadaan dirinya sebagai individu di hadapan Tuhan yang menempatkan diri sebagai sekutu Tuhan dengan rela, sukacita  dan segenap hidup. Tetapi banyak mereka yang tidak memedulikan peringatan Tuhan ini. Mereka menganggap “sepi” peringatan-peringatan-Nya. Apakah tidak ada perhitungannya atau pertanggungjawaban mengenai hal? Pehitungan mengenai hal pasti akan dilakukan suatu hari nanti. Sebab setiap orang harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Tuhan yang menciptakannya (Rm. 14:12; 2Kor. 5:10). Pada waktu itu orang akan benar-benar menyadari bahwa dirinya diciptakan semata-mata hanya untuk menyenangan hati-Nya. Oleh sebab itu betapa beruntungnya kalau kita bisa menyenangkan hati-Nya sejak sekarang ini.

 

Teriring salam dan doa,

Dr. Erastus Sabdono

 

Gairah menyenangkan hati Tuhan haruslah mengalir dari diri seseorang yang digerakan oleh kehendak bebasnya.