Skip to content

Cukuplah Kasih Karunia-Ku

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Rabu, 5 Agustus 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Cukuplah Kasih Karunia-Ku

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”
— 2 Korintus 12:9

Hi, Rehobot Youth! Pernahkah kamu merasa, “Aku sudah berdoa, melayani, dan berusaha hidup benar, tetapi mengapa doaku belum dijawab?” Sementara itu, kamu melihat orang lain seolah mendapatkan apa yang mereka doakan dengan lebih mudah. Tanpa sadar, hati mulai membandingkan, kecewa, bahkan bertanya, “Tuhan, apakah Engkau masih peduli kepadaku?”

Saat berada dalam kondisi seperti itu, kita perlu berhati-hati. Kekecewaan sering menjadi pintu masuk bagi keraguan. Kita mulai menilai kasih Tuhan berdasarkan apakah doa kita dikabulkan atau tidak. Padahal, tujuan utama doa bukanlah membuat Tuhan mengikuti keinginan kita, melainkan membawa kita semakin mengenal hati-Nya.

Rasul Paulus pernah mengalami hal yang serupa. Ia memohon sampai tiga kali agar “duri dalam daging” yang mengganggunya diangkat. Namun Tuhan tidak menjawab sesuai harapannya. Sebaliknya, Tuhan berkata, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” Tuhan tidak menghilangkan pergumulannya, tetapi memberikan kekuatan untuk menjalaninya.

Melalui pengalaman Paulus, kita belajar bahwa Tuhan tidak selalu mengubah keadaan, tetapi Ia selalu bekerja mengubah kita. Kadang Tuhan tidak segera mengangkat masalah karena Ia sedang membentuk karakter, memperdalam iman, dan mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya. Apa yang terlihat sebagai penolakan bisa jadi merupakan proses pembentukan yang penuh kasih.

Rehobot Youth, jika hari ini doamu belum dijawab seperti yang kamu harapkan, jangan langsung menyimpulkan bahwa Tuhan tidak mendengarmu. Kasih karunia-Nya tetap cukup. Kehadiran-Nya tetap nyata. Dan sering kali, karya terbesar Tuhan bukan terjadi ketika situasi berubah, tetapi ketika hati kita diubahkan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

What to Do?
• Jujurlah kepada Tuhan tentang kekecewaan dan pergumulanmu.
• Berhenti membandingkan perjalanan hidupmu dengan orang lain.
• Tetap percaya bahwa kasih karunia Tuhan cukup untuk menopangmu dalam setiap musim kehidupan.

📖 Bible Marathon: Wahyu 8