Skip to content

Bukan Kehendakku

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Senin, 3 Agustus 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Bukan Kehendakku

“Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ‘Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
— Matius 26:39

Hi, Rehobot Youth! Pernahkah kamu merasa kecewa karena doa yang kamu panjatkan seolah tidak dijawab Tuhan? Kamu sudah berdoa supaya masalah selesai, hubungan dipulihkan, atau rencana berjalan sesuai harapan, tetapi kenyataannya tidak berubah. Dalam situasi seperti itu, tidak sedikit orang mulai bertanya, “Apakah Tuhan masih peduli kepadaku?”

Sering kali kita menganggap doa sebagai cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Tanpa sadar, kita berharap Tuhan mengikuti rencana kita. Akibatnya, ketika Tuhan menjawab “tidak” atau “belum”, kita merasa kecewa dan mengira Tuhan telah meninggalkan kita.

Namun Yesus sendiri pernah mengalami pergumulan yang serupa. Di taman Getsemani, Ia berdoa agar cawan penderitaan itu berlalu dari-Nya. Yesus menyampaikan keinginan-Nya dengan jujur kepada Bapa. Tetapi pada akhirnya Ia berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Bapa tidak mengangkat salib itu dari Yesus. Bukan karena Ia tidak mengasihi-Nya, tetapi karena melalui salib ada rencana keselamatan yang jauh lebih besar.

Kadang Tuhan juga menjawab doa kita dengan cara yang tidak kita harapkan. Ada hubungan yang tidak dipulihkan, rencana yang tidak terjadi, atau kesempatan yang tidak diberikan. Namun bukan berarti Tuhan menolak kita. Bisa jadi Tuhan sedang melindungi kita, membentuk karakter kita, atau mengarahkan kita kepada sesuatu yang lebih baik menurut kehendak-Nya.

Rehobot Youth, ketika Tuhan berkata “tidak”, jangan langsung menganggap itu sebagai akhir cerita. Jawaban “tidak” dari Tuhan sering kali adalah bentuk kasih-Nya yang belum kita mengerti. Tuhan melihat lebih jauh daripada yang kita lihat. Karena itu, belajarlah percaya bahwa kehendak Tuhan selalu lebih baik daripada keinginan kita sendiri.

What to Do?
• Evaluasi kembali: apakah doamu lebih berpusat pada keinginanmu atau kehendak Tuhan?
• Belajarlah menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan setelah melakukan bagianmu.
• Percayalah bahwa setiap jawaban Tuhan, termasuk “tidak”, lahir dari kasih dan hikmat-Nya.

📖 Bible Marathon: Wahyu 6