Skip to content

Berani Berkata Tidak

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Senin, 18 Mei 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Berani Berkata Tidak

Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Banyak dari kita sulit berkata “tidak”. Takut mengecewakan, takut dianggap tidak peduli, atau takut kehilangan relasi. Akhirnya, kita berkata “ya” meski hati sebenarnya lelah, tidak siap, atau tidak setuju. Tanpa disadari, batasan diri pun perlahan terkikis.

Yesus mengajarkan kejujuran dan ketegasan yang sederhana: ya berarti ya, tidak berarti tidak. Ini bukan tentang menjadi kasar atau egois, tetapi tentang hidup dengan integritas. Ketika perkataan kita jelas, relasi justru menjadi lebih sehat karena dibangun di atas kejujuran, bukan paksaan.

Berkata “tidak” bukan tanda kurang kasih. Justru sering kali itu adalah bentuk kasih—baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Dengan batasan yang jelas, kita tidak memelihara kepahitan tersembunyi, tidak hidup dalam tekanan yang tidak perlu, dan tidak menyalahkan orang lain atas pilihan yang sebenarnya kita buat sendiri.

Dalam konteks relasi dan dunia digital, keberanian berkata “tidak” juga berarti tahu kapan harus berhenti, kapan harus offline, dan kapan harus menjaga jarak. Batasan membantu kita tetap utuh, jujur, dan bertumbuh.

Tuhan tidak memanggil kita untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk hidup benar di hadapan-Nya. Kejelasan dalam berkata “ya” dan “tidak” adalah bagian dari kedewasaan rohani yang Tuhan kehendaki.

What To Do?
• Latih dirimu untuk jujur pada hati dan kemampuanmu sebelum berkata “ya”.
• Ingat bahwa berkata “tidak” bukan dosa, jika dilakukan dengan sikap yang benar.
• Mintalah hikmat Tuhan agar perkataanmu selalu mencerminkan kebenaran dan kasih.

📖 Bible Marathon: Galatia 5