Rehobot Youth Daily Devotional – Minggu, 29 Maret 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Belajar Melepaskan Ego
“Tetapi Naaman menjadi marah dan pergi sambil berkata: ‘Aku sangka, bahwa setidak-tidaknya ia akan keluar dan berdiri memanggil nama TUHAN Allahnya, lalu menggerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku.’”
— 2 Raja-Raja 5:11
Sering kali kita sulit membedakan antara mempertahankan prinsip iman dan sekadar membela ego pribadi. Sebagai anak muda, kita mudah tersulut emosi saat merasa diremehkan, tidak dihargai, atau diperlakukan tidak sesuai ekspektasi. Padahal, firman Tuhan mengingatkan bahwa tidak semua hal harus direspons dengan reaksi cepat. Ada momen di mana kita perlu berhenti sejenak, diam, mendengar, dan menimbang dengan hati yang tenang.
Naaman adalah contoh yang sangat relevan. Ia seorang panglima besar, terbiasa dihormati dan diperlakukan istimewa. Ketika nabi Elisa tidak menyambutnya secara megah dan hanya menyuruhnya mandi di Sungai Yordan, Naaman tersinggung. Masalahnya bukan pada perintah itu, tetapi pada egonya yang merasa direndahkan. Namun saat ia mau mendengarkan nasihat para pelayannya dan menurunkan gengsinya, kesembuhan terjadi. Di titik itu, Naaman belajar bahwa iman jauh lebih berharga daripada harga diri yang rapuh.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa tidak semua hal harus dipertahankan mati-matian. Prinsip iman dan kebenaran memang layak dibela, tetapi ego pribadi sering kali justru menjadi sumber konflik dan penghalang berkat. Diam sejenak dan mendengar dengan rendah hati memberi kita ruang untuk membedakan keduanya.
Belajar melepaskan ego bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan rohani. Saat kita mau mendengar lebih dulu dan merendahkan hati, kita sedang membuka ruang bagi Tuhan untuk bekerja. Di situlah kasih Kristus nyata—bukan lewat kemenangan ego, tetapi lewat hati yang rela dibentuk.
What to Do?
1. Latih diri untuk menahan reaksi ketika merasa tersinggung, lalu tanyakan: ini prinsip iman atau ego pribadi?
2. Belajar mendengar nasihat orang lain, bahkan dari mereka yang sederhana, seperti Naaman mendengar pelayannya.
3. Pilih untuk memperjuangkan kebenaran, bukan gengsi; lepaskan hal-hal yang hanya melukai tanpa membangun.
📖 Bible Marathon: Kisah Para Rasul 28