Skip to content

Bekerja Keras

Saudaraku,

Pada umumnya kalau seseorang berurusan dengan Tuhan, maka asumsi seseorang seakan-akan Tuhan akan membawanya ke wilayah hal-hal yang bersifat spektakuler dan juga hal-hal yang bersifat mistis dan magis. Mistis dan magis di sini maksudnya adalah hal-hal yang berhubungan dengan suatu yang bersifat di luar atau melampaui akal umum, yang tidak bisa diverifikasi secara sain. Di belahan dunia mana pun selalu saja ada kecenderungan demikian. Apalagi di dunia timur seperti Indonesia yang masyarakatnya sudah terbiasa berpikir secara mistis dan magis.  Di Indonesia ini kalau pengajaran firman Tuhan dihubungkan dengan hal-hal yang bersifat spektakuler dan mukjizat, maka biasanya akan menjadi sangat konsumtif, banyak peminat.

 

Di tengah suasana krisis ekonomi yang mencekik banyak orang, khotbah-kohtbah mukjizat mengenai jalan keluar dari masalah ekonomi menjadi menarik. Dijanjikan oleh para pembicara bahwa Tuhan akan memenuhi rekening dengan berkat, Tuhan akan memindahkan kekayaan bangsa-bangsa, Tuhan memutuskan kutuk-kutuk ekonomi, Tuhan memberi tahun pemulihan dan sejenisnya. Ini adalah cara-cara menyelesaikan masalah ekonomi secara tidak dewasa. Inilah cara mistis dan magis itu. Tidak heran kalau sampai muncul tuduhan bahwa gereja melakukan praktik perdukunan. Praktik perdukunan ini bukan berarti gereja menggunakan kuasa setan untuk menyelesaikan masalah ekonomi. Mereka menggunakan kuasa Tuhan untuk menyelesaikan masalah ekonomi tetapi dengan cara perdukunan.

 

Seharusnya yang dikampanyekan bukan Allah yang baik, sebab Allah jelas sangat baik. Bukan pula Allah yang berkuasa dan mukjizatnya masih ada, jelas Allah adalah Allah yang tidak berubah. Tetapi gereja harus mengajarkan bahwa jemaat harus bekerja keras sebagai ibadah yang sejati untuk menyelesaikan semua permasalahan (Rm. 12:1). Contoh-contoh mukjizat yang dilakukan Tuhan di perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan tidak boleh menjadi landasan sebab kasusnya berbeda dengan kasus kita hari ini. Harus dilihat pula bahwa ketika bangsa Israel sampai di tanah Kanaan, mukjizat berhenti. Mereka harus mengalahkan bangsa Kanaan dengan perang dimana mereka harus menggunakan pedang untuk menumpas musuh.

 

Kalau pun ada mukjizat itu pun sekali-kali dalam situasi tertentu. Normalnya bangsa Israel dikehendaki oleh Tuhan untuk mengembangkan semua potensi guna dapat dipercayai Tuhan mengelola tanah perjanjian. Hal ini juga berlaku bagi kita. Sebagai tanda, Tuhan bisa membuat mukjizat dengan memberi pertolongan secara spektakuler pada awal seseorang menjadi orang Kristen, tetapi seterusnya orang Kristen harus dewasa dalam mengembangkan semua potensi demi pekerjaan-Nya.

 

Teriring salam dan doa,

Pdt. Dr. Erastus Sabdono

 

 

Gereja harus mengajarkan bahwa jemaat harus bekerja keras
sebagai ibadah yang sejati untuk menyelesaikan semua permasalahan.