Rehobot Youth Daily Devotional – Jumat, 3 April 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Before You React, Reflect
Pengkhotbah 7:9
“Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.”
Dalam banyak situasi, reaksi sering kali datang lebih cepat daripada refleksi. Saat disinggung, disalahpahami, atau diperlakukan tidak adil, kita terdorong untuk langsung merespons—entah melalui kata-kata, sikap, atau keputusan yang tergesa-gesa. Namun firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak cepat marah, sebab amarah yang dibiarkan menetap justru merusak hati dan pikiran kita sendiri.
Marah itu manusiawi, tetapi membiarkan amarah menguasai tanpa diproses adalah pilihan yang berbahaya. Pengkhotbah menegaskan bahwa amarah yang tidak terkendali membuat seseorang kehilangan hikmat. Reaksi yang lahir dari emosi sesaat sering menghasilkan penyesalan yang panjang.
Before you react, reflect berarti memberi diri kita ruang untuk berhenti sejenak. Refleksi menolong kita bertanya: Apa yang sebenarnya aku rasakan? Mengapa hal ini begitu memicu emosiku? Saat kita berhenti dan membawa perasaan itu kepada Tuhan, kita diberi kesempatan untuk merespons dengan bijak, bukan sekadar bereaksi.
Tuhan tidak meminta kita menekan emosi, melainkan mengelolanya dengan hikmat. Ketika kita memilih refleksi sebelum reaksi, kita sedang belajar hidup dipimpin oleh Roh, bukan oleh ledakan perasaan sesaat.
What To Do?
1. Saat emosi muncul, berhenti sejenak sebelum berbicara atau bertindak.
2. Refleksikan perasaanmu di hadapan Tuhan melalui doa singkat.
3. Pilih respons yang membangun, bukan yang melampiaskan emosi.
📖 Bible Marathon: Roma 5