Firman Tuhan mengatakan, “Hendaklah kamu memiliki pikiran perasaan Kristus.” Masih panjang perjalanan kita. Jadi, jangan merasa puas dengan level rohani yang telah kita capai. Tidak ada jalan lain, kita harus tetap bertahan dan melanjutkannya. Hal inilah yang akan mempertajam kepekaan kita sehingga kita tahu kapan kita salah, kapan kita berbalik dan kapan kita bertobat. Dan kita harus lebih suci dari semua orang. Hidup kita harus memiliki target yang jelas. Kita harus sedang berada dalam satu perjalanan, melangkah ke satu arah. Kalau orang Yahudi sembahyang, mereka punya kiblat ke Yerusalem. Kalau orang Kristen, kiblatnya tidak di bumi ini. Kita boleh berdoa ke arah mana pun secara fisik, tetapi langkah hidup kita setiap hari harus jelas arahnya, yaitu Yerusalem Baru, Kerajaan Surga.
Bagaimana kita masuk rumah Bapa dan diterima sebagai anak-anak-Nya? Kita harus yakin mulai sekarang. Kalau tidak, berarti kita harus bergumul terus, tetap yakin dan sampai tahu bahwa ketika kita menutup mata, kita masuk ke pintu gerbang Tuhan Yesus yang berkata, “Ini sahabat-Ku.”Jika kita masih berkeadaan ragu-ragu, korbankan seluruh waktu, hidup, tenaga, pikiran, apa pun sampai kita tahu Tuhan akan menyambut kita. Jika tidak, berarti kita akan dibuang. Mungkin sekarang ini belum terpikir soal Yerusalem Baru, ayo, mulai pikirkan! Jangan nyamankan daging kita, jangan nyamankan nafsu kita, jangan nyamankan jiwa kita dengan selera dunia. Mari kita semua berubah agar kita layak menjadi anak-anak Allah.
Dan kalau kita meninggal dunia, atau Tuhan datang kembali, maka kita akan melihat langit yang tidak pernah gelap, matahari yang tidak akan pernah terbenam, kita melihat pelangi Tuhan yang indah warnanya dan melihat gemerlapnya Yerusalem Baru, kota suci kita. Disana tidak ada penderitaan sebab kita akan bersama-sama dengan Tuhan. Kalau di bumi ini kita gagal bisnis, gagal karir, gagal rumah tangga, gagal menikah, gagal studi, atau kita punya tubuh rentan, sakit-sakitan, namun kita belum gagal hidup! Kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang ditolak Tuhan. Jangan merasa sukses kalau kita cantik, ganteng, kaya, terhormat sebab kita hanya bisa menikmatinya dalam beberapa belas atau beberapa puluh tahun saja. Sementara penolakan Tuhan itu kekal.
Begitu banyak orang menderita di dunia ini, tidak banyak orang yang senang. Di antara kita pun sebagian besar orang yang susah, tidak nyaman. Seandainya kita punya uang banyak, sukses, seberapa nyaman hidup yang kita mau? Seberapa nyenyak kita bisa tidur? Makin tua, kita makin rentan dengan berbagai penyakit yang menggerogoti tubuh kita. Mengapa kita tidak fokus ke Langit Baru Bumi Baru saja? Kenapa kita tidak mengajak orang lain juga untuk ikut masuk ke sana? Jenderal George S. Patton berkata, “Kamu tidak bisa memenangkan perang dengan mati bagi negara ini. Kamu bisa memenangkan perang dengan mengajak orang lain ikut mati bersama kamu untuk negara ini.”
Seorang “saya” (sendiri) tidak akan punya arti banyak. Tetapi kalau ada banyak orang percaya yang rela mati untuk Tuhan dan mempertaruhkan hidupnya tanpa batas, kita dapat memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan! Kita akan berusaha berbuat baik di mana pun kita berada, termasuk untuk orang-orang non-Kristen, agar mereka juga tidak menzalimi Tuhan Yesus dan mereka tetap berbuat baik. Mungkin mereka bisa masuk ke dunia yang akan datang. Kalau kita berkata, “Mereka tidak percaya Tuhan Yesus, bagaimana bisa masuk surga?” Jangan-jangan, kita juga terhitung sebagai orang yang tidak percaya Sebab kalau kita percaya, maka kita harus hidup seperti Yesus hidup atau belajar untuk hidup seperti Dia hidup. Kalau tidak, berarti kita belum percaya.
Kita tidak bisa menyalahkan orang kampung di suatu daerah yang menjadikan kulkas sebagai lemari baju, sebab mereka tidak tahu itu kulkas dan tidak ada listrik di situ. Kita tidak bisa membuat mereka percaya kepada Tuhan Yesus karena mereka tidak mengerti Injil. Mereka akan dihakimi menurut perbuatan. Maka kita jangan membuat orang sampai menzalimi Tuhan Yesus. Jangan sampai! Berbuatlah baik di mana pun kita berada sampai orang itu tidak akan menzalimi Tuhan Yesus. Sebab yang tidak melawan kita, di pihak kita. Secangkir air putih yang diberikan kepadamu tidak akan hilang upahnya. Jadi, kepada semua orang kita harus baik.