Orang yang setia, pasti diberkati Tuhan. Maka, jangan melawan Tuhan. Kelihatannya, ketika kita melawan Tuhan, keadaan kita baik-baik saja. Tetapi suatu hari, cepat atau lambat kita harus menuai apa yang kita tabur. Sebaliknya, kalau kita tidak melawan Tuhan, walau kelihatannya Tuhan tidak menghargai sikap dan perbuatan baik kita, tetapi suatu hari, cepat atau lambat, kita akan mendapat perlakuan istimewa dari Tuhan. Dengan cara apa seseorang melawan Tuhan? Yaitu ketika dia berbuat sesuka hatinya sendiri. Tidak menjaga perasaan orang, tidak peduli apakah orang rugi, sakit hati, kecewa atau luka. Yang penting dia puas.
Jangan kita berpikir salah tentang Tuhan. Banyak agama memandang allah, ilah, dewa-dewi mereka seakan-akan membutuhkan sesuatu dari umatnya. Sehingga mereka bersikap demikian kepada dewa-dewi, ilah dan allah mereka. Umat dituntut untuk mengadakan seremonial, ritual, sesajen dan lain sebagainya. Pemikiran orang beragama seperti ini tidak boleh ada di pikiran kita, sehingga kita bersikap demikian kepada Allah kita. Allah kita adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Yang menyebut diri sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub atau Elohim YAHWEH. Allah tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Dia memiliki segala kekayaan. Tidak perlu sesajen atau sesuatu, sehingga Allah perlu menuntut kita.
Dia Allah yang juga menjadi Bapa kita. Allah hanya ingin kita berkeadaan baik-baik; itu saja. Tetapi kita tidak bisa berkeadaan baik-baik, kalau kita tidak hidup menurut tatanan-Nya. Jadi, kalau kita tidak hidup dalam tatanan-Nya, yang sama dengan melawan Tuhan, kita celaka. Itu tatanan di dalam diri Allah. Yang Allah sendiri tidak bisa sangkali, tidak bisa dibujuk, tidak bisa dipengaruhi. Allah kokoh, tidak bisa berubah; dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Perhatikan bagaimana umat Perjanjian Lama berhubungan dengan Tuhan. Orang yang tidak melawan Tuhan keadaannya pasti baik-baik.
Walaupun, kadang-kadang harus mengalami masa-masa susah terlebih dahulu, namun itu hanya sementara. Abraham tidak punya anak, namun akhirnya punya. Hidupnya tidak pernah kekurangan, tidak dipermalukan. Sampai masyarakat Kanaan memanggil Abraham dengan sebutan ‘tuan,’ seperti bangsawan. Walaupun ia bukan raja, bukan seorang yang memiliki kekuasaan, dia hanya seorang pengembara. Tetapi orang hormat padanya dan Abraham terlindungi. Ketika istrinya mau diambil Firaun, Tuhan hajar Firaun dan negerinya.
Perhatikan, Yusuf dari muda adalah seorang yang taat. Untuk sementara waktu dia menderita masuk sumur, jadi budak, difitnah, masuk penjara. Tetapi kemudian, dia menjadi kaisar kedua. Namun bukan berarti kita juga pasti menjadi kaya secara materi, dan terhormat di mata manusia. Tidak selalu begitu. Tetapi orang yang benar-benar mengerti tatanan Tuhan, hidupnya dilindungi, dan diberkati. Bahkan anak cucunya tidak dipermalukan. Dan nanti ia masuk surga. Itulah sebabnya kunci berkat, kunci perlindungan hanya satu, yaitu kesucian.
Hidup dalam kesucian, tidak akan menahan berkat Tuhan, Allah melimpahi apa yang baik untuk kita. Tanpa kita minta, tanpa menuntut, karena Tuhan ingin keadaan kita baik-baik saja. Tuhan tidak menuntut apa-apa dari kita. Allah yang menciptakan langit dan bumi. Ini yang membuat seseorang menjadi kuat dalam menghadapi setiap situasi. Kalau ada salah, akui, bereskan dan tinggalkan. Kita harus berpikir, seakan-akan kita ada di hadapan pengadilan Tuhan. Tidak boleh ada dosa sekecil apa pun, sehalus apa pun atau percintaan dunia.
Jadi, berkat-kutuk kita, keadaan baik-buruk kita, tergantung sikap kita terhadap Tuhan. Ini urusannya ke atas. Kalau urusan ke atas beres, keadaan kita baik-baik. Kalau urusan kita dengan Tuhan tidak beres, jangan harap keadaan kita baik-baik. Karena berarti kita melawan Tuhan. Maka, jangan menunda pertobatan, jangan menunda untuk hidup suci. Kalau penundaan-penundaan itu berlangsung terus-menerus, akhirnya kita membatalkan. Batal hidup suci, tidak pernah hidup suci. Jangan sampai kita tidak punya kemampuan melawan dosa, sehingga terus terikat di dalam dosa. Kenapa? Karena kita tidak punya waktu bertemu Tuhan. Hanya dengan bertemu Tuhan, kita punya kekuatan. Kalau tidak begitu, kita tidak mampu, karena daging kita ini kuat sekali. Maka harus diperlemah, sampai dimatikan. Doa itu kekuatannya luar biasa.
Maka ketika kita menghadapi tantangan-tantangan yang berat, ini rahasianya, yaitu: “Lawan dengan kesucian.” Dan ketika kita nekat senekat-nekatnya, baru kita tahu, suci itu bisa. Jangan ragu-ragu. Kita mengambil keputusan hari ini untuk hidup suci, maka keadaan kita bisa atau pasti berubah. Kita menjadi orang saleh. Tuhan senang dan itu tidak tergantikan. Dan kalau sampai Tuhan disenangkan, kita jadi istimewa di mata Dia. Di situ kita baru bisa merasakan damai sejahtera Tuhan. Kesucian membuat kita dimiliki Tuhan dan memiliki Tuhan. Kita akan merasa lengkap walaupun tidak punya jodoh, tidak punya anak, rumah masih kontrak. Cukup, baru kita bisa mengerti artinya: “Tuhan cukup bagiku.”
Orang yang setia, pasti diberkati Tuhan.