Skip to content

Terkoyak

Saudaraku sekalian,

Satu hal ini kita harus mengerti, benar-benar ingat, dan kita hayati bahwa pemilihan Tuhan atas kita sebagai umat pilihan itu, luar biasa. Betapa berharganya dan betapa khususnya kita ini di hadapan Tuhan. Seperti yang tertulis dalam Efesus 1:4, sebab di dalam Yesus, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Tidak semua orang terpilih. Pernahkah kita berpikir mengapa bangsa Israel begitu istimewa di hadapan Allah? Karena mereka menjadi umat pilihan, yang melalui mereka Allah mewariskan pengenalan akan diri-Nya, yang tentu di dalamnya kemuliaan Allah dinyatakan.

Dan melalui bangsa itu, dunia ini diberkati. Karena dari bangsa itu lahir Mesias. Di dalam Efesus 1 tertulis, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga.” Kalau dikatakan “berkat rohani,” maksudnya adalah berkat yang hari ini kita tidak lihat. Berkat rohani juga bicara mengenai berkat yang bersifat kekal, yang nilainya lebih tinggi dari berkat duniawi. Jadi kalau pada bangsa Israel, orang menemukan jejak Tuhan—siapa Allah yang benar itu; Elohim Yahweh, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub—tetapi melalui kita, dinyatakan betapa hebat kasih karunia penebusan oleh darah Yesus itu, yang dilimpahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

Jadi, di dalam orang percaya harus tampak kemuliaan Allah, hikmat dan pengertian. Maka kiranya Roh Kudus memberi kepada kita kesadaran, betapa mulia menjadi umat pilihan. Kita harus ingat bahwa setiap orang dihakimi menurut perbuatannya. Salib Kristus memikul semua dosa dunia; bukan sebagian orang, melainkan semua orang. Itulah sebabnya dengan adanya salib ini, ada pengadilan. Dan dalam hidup kita, yang berharga hanya satu: keselamatan. Tidak ada yang lebih berharga. Dan untuk keselamatan itu, kita harus mengerjakan keselamatan tersebut. Kita tinggalkan semua kesenangan dunia, dan Tuhan berkata, kalau kamu tidak melepaskan segala milikmu, kamu tak dapat jadi murid-Ku.”

Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan bisa berubah sesuai dengan standar Allah; yaitu supaya hidup kudus, tak bercacat tak bercela.” Betapa istimewanya panggilan ini, sekaligus juga betapa beratnya. Namun kita ini berharga. Kita adalah orang yang dipilih Tuhan untuk bersama-sama dengan Tuhan Yesus mewarisi Kerajaan Surga. Kita percaya apa yang dikatakan Alkitab dan tujuan kita adalah Kerajaan Surga. Maka kita sudah harus memindahkan hati kita ke sana. Dan kita harus membuktikan; kita tidak boleh duniawi, tidak boleh berbuat salah sama sekali. Itu adalah pertaruhan.

Hari ini kita punya masalah, namun jangan masalah menenggelamkan kita, sehingga perhatian kita untuk proses penyempurnaan jadi terhambat. Jangan sampai perasaan kita terkoyak oleh apa yang tidak perlu terkoyak. Sebab kalau perasaan kita terkoyak oleh apa yang tidak perlu kita terkoyak, kita tidak bisa terkoyak oleh Firman. Jadi, hati kita memang hanya diarahkan ke Tuhan. Diarahkan untuk menjadi anak-anak Allah. Agenda hidup kita dari hari ke hari adalah menjadi sempurna seperti Bapa.

Jadi, Saudaraku sekalian, kita harus berani fokus. Dunia bukan rumah kita. Berani hidup tidak wajar. Banyak Saudara yang tidak menyadari betapa berharga diri Saudara. Kalau menyadari betapa berharga dirimu dan bagaimana desain Allah yang luar biasa, yang membuat Saudara menjadi anak-anak Allah, pangeran-pangeran Kerajaan Surga, putri-putri Kerajaan Surga, maka masalah apa pun jadi kecil. Saudara kuat dan fokus untuk Kerajaan Surga.

Teriring salam dan doa,

Dr. Erastus Sabdono

Jangan sampai perasaan kita terkoyak oleh apa yang tidak perlu terkoyak. Sebab jika demikian, maka kita tidak bisa terkoyak oleh Firman Tuhan.