Rehobot Youth Daily Devotional – Minggu, 27 September 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Emosi yang Dipimpin Tuhan
Efesus 4:26-27
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”
Hi, Rehobot Youth! Banyak orang mengira bahwa menjadi rohani berarti tidak boleh marah, sedih, kecewa, atau takut. Akibatnya, ada yang berusaha menyembunyikan emosinya agar terlihat “baik-baik saja”. Padahal, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa memiliki emosi adalah dosa. Yang Tuhan kehendaki adalah agar kita belajar mengelola emosi dengan benar. Spiritualitas bukan berarti kehilangan perasaan, tetapi membiarkan Tuhan memimpin setiap perasaan yang kita miliki.
Efesus 4:26-27 menunjukkan bahwa marah itu sendiri bukanlah dosa. Namun, kemarahan yang tidak dikelola dapat membawa kita kepada dosa dan membuka kesempatan bagi Iblis untuk merusak hidup serta relasi kita. Di sinilah hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi sangat penting. Ketika kita datang kepada Tuhan dalam doa dan menyerahkan setiap pergumulan kepada-Nya, Roh Kudus menolong kita mengendalikan respons kita sehingga tidak dikuasai oleh emosi sesaat.
Rehobot Youth, spiritualitas bukan sesuatu yang kaku atau eksklusif. Hubungan yang dekat dengan Tuhan justru terlihat dalam hal-hal yang sangat nyata: bagaimana kita merespons kritik, menghadapi kekecewaan, mengampuni orang yang melukai kita, dan tetap berbicara dengan kasih ketika emosi sedang memuncak. Semakin kita hidup dekat dengan Tuhan, semakin karakter Kristus membentuk cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak.
Karena itu, Rehobot Youth, jangan hanya berusaha mengendalikan emosi dengan kekuatanmu sendiri. Bangunlah hubungan yang dekat dengan Tuhan setiap hari melalui doa, Firman Tuhan, dan ketaatan kepada-Nya. Saat hati kita dipenuhi oleh hadirat-Nya, kita tidak lagi dikuasai oleh emosi, tetapi dipimpin oleh hikmat dan kasih Tuhan. Itulah spiritualitas yang nyata—bukan hanya terlihat saat beribadah, tetapi juga dalam cara kita menjalani kehidupan setiap hari.
What To Do?
1. Tarik napas dan berdoa dulu sebelum merespons saat emosi memuncak.
2. Belajar menyelesaikan konflik dengan benar.
3. Bangun hubungan yang dekat dengan Tuhan setiap hari.
📖 Bible Marathon: Yesaya 32