Skip to content

Wisdom Beyond Intelligence

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Minggu, 20 September 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Wisdom Beyond Intelligence

Amsal 2:6
“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.”

Hi, Rehobot Youth! Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia di mana saja. Dengan teknologi, media sosial, dan artificial intelligence (AI), kita dapat memperoleh jawaban hanya dalam hitungan detik. Kepintaran (IQ) membantu kita memahami banyak hal, sedangkan kecerdasan emosional (EQ) menolong kita membangun relasi yang sehat. Namun, apakah memiliki banyak pengetahuan otomatis membuat kita mampu mengambil keputusan yang benar? Belum tentu. Pengetahuan memberi informasi, tetapi hikmat menentukan arah hidup.

Amsal 2:6 mengingatkan bahwa sumber hikmat bukanlah manusia, melainkan Tuhan sendiri. Hikmat adalah kemampuan untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah dan mengambil keputusan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, seseorang dapat memiliki IQ yang tinggi dan EQ yang baik, tetapi tetap mengambil keputusan yang salah jika hidupnya tidak dipimpin oleh hikmat Tuhan.

Rehobot Youth, hikmat lahir dari hubungan yang dekat dengan Tuhan. Semakin kita mengenal Tuhan melalui doa, Firman-Nya, dan ketaatan, semakin Roh Kudus membentuk cara kita berpikir dan bertindak. Spiritualitas (SQ) menjadi fondasi yang menuntun IQ dan EQ, sehingga pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki dipakai untuk tujuan yang benar dan memuliakan Tuhan.

Karena itu, Rehobot Youth, jangan hanya mengejar kepintaran atau prestasi. Bangunlah kehidupan rohani yang semakin bertumbuh, karena hikmat Tuhan jauh melampaui kecerdasan manusia. Ketika Tuhan menjadi sumber hikmatmu, setiap keputusan yang kamu ambil akan membawa damai, pertumbuhan, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

What To Do?
1. Jadikan Tuhan sumber hikmatmu.
2. Belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang Firman Tuhan.
3. Bangun spiritualitas yang konsisten.

📖 Bible Marathon: Yesaya 25