Rehobot Youth Daily Devotional – Rabu, 9 September 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Damai Lebih Berharga
Filipi 4:11-12
“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”
Hi, Rehobot Youth! Pernahkah kamu merasa hidupmu kurang hanya karena melihat apa yang dimiliki orang lain? Media sosial sering membuat kita membandingkan diri—mulai dari gadget terbaru, pakaian yang sedang tren, tempat liburan, hingga pencapaian teman-teman kita. Tanpa sadar, kita mulai berpikir bahwa damai dan kebahagiaan akan datang kalau kita memiliki lebih banyak.
Paulus justru mengajarkan sesuatu yang berbeda. Ia berkata bahwa ia belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Artinya, rasa cukup bukan sesuatu yang muncul dengan sendirinya, tetapi sebuah sikap hati yang dibentuk oleh Tuhan. Paulus pernah hidup dalam kelimpahan maupun kekurangan, tetapi keadaan itu tidak menentukan damai sejahteranya. Mengapa? Karena ia menjadikan Kristus sebagai sumber kekuatan dan kepuasannya.
Bayangkan saat kamu berhasil membeli gadget yang sudah lama diinginkan. Rasanya menyenangkan, tetapi beberapa bulan kemudian muncul model yang lebih baru dan keinginan itu muncul lagi. Begitulah jika kita menggantungkan sukacita pada hal-hal yang sementara. Kepuasan itu mudah berlalu. Sebaliknya, ketika hati kita berakar di dalam Tuhan, kita belajar bersyukur atas apa yang kita miliki dan tidak mudah dikuasai oleh rasa iri atau keinginan yang tidak pernah habis.
Rehobot Youth, Tuhan tidak melarang kita memiliki impian, bekerja keras, atau menikmati berkat yang Dia berikan. Namun, jangan biarkan semua itu menjadi sumber damai sejahteramu. Damai yang sejati bukan berasal dari apa yang ada di tanganmu, tetapi dari siapa yang memegang hidupmu. Ketika Kristus menjadi pusat hidupmu, kamu akan tetap memiliki hati yang tenang, baik saat menerima banyak maupun saat harus menunggu dan belajar mencukupkan diri.
What To Do?
1. Latih hati untuk bersyukur setiap hari.
2. Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain.
3. Jadikan Kristus sumber damai sejahteramu.
📖 Bible Marathon: Yesaya 10