Ibrani 12:9
“Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?”
Bapa di surga adalah Bapa segala roh. Roh yang ada dalam diri manusia juga berasal dari-Nya, dan Roh Allah yang dimiliki Tuhan Yesus Kristus juga berasal dari-Nya. Ia yang menguduskan dan setiap orang percaya yang dikuduskan berasal dari satu sumber yang sama, yaitu Bapa di surga. Jika Bapa kita adalah Bapa segala roh, maka tidak salah ketika Paulus memanggil “manusia Allah” untuk menjauhi segala cinta uang, tetapi mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan (1 Timotius 6:11). Dengan memahami hal ini, kita harus dapat menghargai diri sendiri dan orang lain dengan benar.
Demikian pula pribadi Yesus saat di bumi seperti kita, Alkitab mencatat bahwa Ia mampu menang atas setiap godaan dosa yang ada. Jika demikian, sebenarnya kita yang percaya kepada-Nya juga seharusnya dapat menang atas setiap godaan dosa, sebab roh kita bersumber dari Bapa yang sama. Oleh karena itu, jangan mendengarkan tipuan Iblis yang mengatakan bahwa kita adalah manusia yang lemah dan memiliki banyak kekurangan, sehingga kita merasa tidak mampu mencapai tingkat kesucian yang dikehendaki Allah. Tidak mungkin Tuhan Yesus memerintahkan, “Kamu harus sempurna” (Matius 5:48), jika kita sama sekali tidak mungkin melakukannya. Dengan pernyataan “Bapa kami”, kita dapat menerima bahwa firman-Nya yang memerintahkan kita untuk sempurna bukanlah omong kosong, melainkan suatu keberadaan yang memang dapat kita capai di dalam anugerah dan pertolongan-Nya.
Ketika Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk menjauhi segala cinta uang, tetapi mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan (1 Timotius 6:11), hal itu bukanlah sebuah daftar ketaatan yang bersifat legalistis, melainkan gambaran kehidupan yang lahir dari hubungan yang intim dengan Bapa segala roh. Oleh karena itu, ketika kita menyadari bahwa sumber atau asal roh kita juga berasal dari Bapa, motivasi hati kita akan berubah. Kita tidak hidup dengan ketakutan dan keputusasaan, melainkan dengan harapan dan keberanian untuk bertumbuh serta semakin diubahkan menjadi serupa dengan Kristus.
Biarlah kebenaran ini menjadi kekuatan yang menggelora dan membara dalam hati kita, bahwa kita mampu mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. Jangan sampai kita kalah sebelum berperang. Kesadaran ini akan membangkitkan gairah kita untuk mengisi hari-hari hidup yang singkat di bumi ini, sampai pada akhirnya kita menjadi seperti yang diinginkan-Nya. Kita memiliki sumber Roh yang sama, yaitu Bapa di surga. Ia akan memampukan kita mencapai tingkat kesempurnaan yang diinginkan-Nya.