Skip to content

Saudara Bagi Yesus

 

Roma 8:29

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Sebutan “Bapa kami” dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus juga menunjukkan bahwa kita menjadi saudara bagi Yesus Kristus. Kita tidak dapat membantah kebenaran yang dinyatakan dalam Roma 8:29 ini. Selain itu, konsekuensi mutlak dari memanggil “Bapa kami” adalah bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk mencapai kesempurnaan seperti Saudara Sulung kita, Yesus Kristus. Kita patut menyadari bahwa panggilan “Bapa kami” menuntut konsekuensi yang berat, sebab orang percaya tidak akan layak menjadi saudara bagi Kristus apabila tidak memasuki proses kesempurnaan.

Janganlah kita bingung atau menolak istilah “saudara bagi Kristus” ini. Kita mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Tunggal Bapa (Yohanes 1:14). Kata “tunggal” dalam ayat tersebut berasal dari bahasa Yunani, yaitu μονογενής (monogenēs), yang berarti “satu-satunya” atau “tidak ada duanya.” Yesus adalah Anak Allah yang sangat dikasihi dan satu-satunya yang dikaruniakan bagi keselamatan manusia. Dalam Ibrani 2:17 dijelaskan bahwa Yesus dalam segala hal disamakan dengan kita, mengambil tubuh seperti kita. Hal ini menunjukkan adanya ketaatan yang mutlak kepada Bapa dalam segala hal. Karena itu, Yesus menjadi teladan sempurna bagi setiap orang percaya yang ingin hidup berkenan kepada Allah.

Paulus juga menegaskan dalam 2 Korintus 6:17–18, “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” Dalam bagian ini, Paulus menjelaskan bahwa setiap orang percaya yang memilih untuk keluar dari lingkungan atau komunitas yang tidak sehat serta bersedia menjaga kekudusan hidup, akan memiliki Allah sebagai Bapanya. Dengan demikian, mereka dapat menjadi anak-anak-Nya, baik laki-laki maupun perempuan. Inilah janji Allah bagi orang-orang yang bersedia berjuang mencapai kesucian hidup.

Orang percaya tidak akan dapat menjadi saudara bagi Yang Mulia Tuhan Yesus Kristus apabila tidak memasuki proses kesempurnaan. Tinggalkanlah yang najis; milikilah karakter Kristus. Yesus sendiri pernah mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan kehendak Bapa di surga adalah saudara laki-laki dan saudara perempuan-Nya (Matius 12:50). Perkataan Yesus menjelaskan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk menjadi saudara-Nya. Namun, menjadi saudara di sini bukan mengenai hubungan darah atau kekerabatan, melainkan karena memiliki tujuan dan sasaran yang sama dengan Yesus, yaitu melakukan kehendak Bapa di surga. Melakukan kehendak Bapa sama artinya dengan menjadi pelaku firman dalam kehidupan sehari-hari.

Keinginan Bapa adalah agar setiap orang percaya tidak hanya mengerti banyak tentang firman, tetapi juga menjadi pelaku atau pelaksana firman dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kehidupan seperti inilah yang dapat dinikmati oleh Bapa. Orang yang hidupnya dapat dinikmati oleh Bapa tentu pada suatu hari akan berjumpa dengan-Nya dalam kekekalan. Selain itu, ia juga akan berjumpa dengan Yesus, Sang Sulung, secara muka dengan muka di Kerajaan Surga.