Skip to content

Bangkit Lagi dalam Kasih Karunia

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Senin, 10 Agustus 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Bangkit Lagi dalam Kasih Karunia

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”
Amsal 24:16a

Ada hari-hari ketika kita merasa telah merusak segalanya. Kita salah mengambil keputusan, mengecewakan orang lain, atau mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak keluar dari mulut kita. Kita berjanji kepada Tuhan untuk berubah, tetapi beberapa waktu kemudian kembali jatuh pada kesalahan yang sama. Lalu datanglah suara-suara yang melemahkan: “Kamu gagal, kamu tidak akan berubah, Tuhan pasti kecewa denganmu.” Perlahan-lahan kita mulai percaya bahwa kegagalan adalah identitas kita. Padahal Alkitab tidak pernah berkata bahwa orang benar adalah orang yang tidak pernah jatuh. Alkitab justru berkata bahwa orang benar adalah orang yang bangun kembali.

Sering kali kita terlalu fokus pada kejatuhan sehingga lupa bahwa kasih karunia Tuhan selalu lebih besar daripada kesalahan kita. Bayangkan seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan. Ia melangkah, lalu terjatuh. Berdiri lagi, lalu jatuh lagi. Tidak ada orang tua yang berkata, “Sudah, kamu memang tidak ditakdirkan untuk berjalan.” Sebaliknya, mereka mengulurkan tangan, tersenyum, dan berkata, “Ayo, coba lagi.” Demikian juga Tuhan. Dia tidak terkejut oleh kegagalanmu. Dia melihat air matamu, mengetahui penyesalanmu, dan tetap mengulurkan tangan-Nya untuk menolongmu berdiri kembali.

Di zaman sekarang, banyak orang merasa hidupnya hancur hanya karena satu kesalahan: satu unggahan yang keliru, satu keputusan yang buruk, atau satu kegagalan dalam studi, pekerjaan, pelayanan, maupun hubungan. Dunia sering memberi label berdasarkan kesalahan terburuk kita, tetapi Tuhan melihat lebih jauh daripada itu. Lihatlah Petrus. Ia pernah berkata bahwa dirinya siap mati bersama Yesus, tetapi beberapa jam kemudian menyangkal Gurunya sebanyak tiga kali. Kegagalan itu membuatnya menangis dengan sangat pahit. Namun kisah Petrus tidak berakhir pada kegagalannya. Yesus mencarinya, memulihkannya, dan memakainya kembali. Murid yang pernah jatuh itu akhirnya menjadi salah satu pemimpin gereja mula-mula yang membawa banyak orang kepada Kristus.

Kegagalan Petrus bukanlah akhir ceritanya, dan kegagalanmu juga bukan akhir ceritamu. Mungkin hari ini ada bagian hidupmu yang terasa berantakan. Mungkin ada doa yang belum terjawab, mimpi yang runtuh, atau dosa yang membuatmu merasa tidak layak. Ingatlah satu hal: jatuh memang bagian dari perjalanan manusia, tetapi tetap tinggal di tanah bukanlah rencana Tuhan bagi hidupmu. Kasih karunia selalu mengundang kita untuk berdiri kembali—bukan karena kita kuat, tetapi karena Dia setia.

What To Do?
• Berhenti mendefinisikan dirimu berdasarkan kegagalanmu.
• Datanglah kepada Tuhan dengan jujur dan terbuka.
• Ambil satu langkah kecil untuk bangkit kembali hari ini.

📖 Bible Marathon: Wahyu 13