Skip to content

Menghadapi Konflik dengan Cara Tuhan

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Minggu 24 Mei 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Menghadapi Konflik dengan Cara Tuhan

Amsal 19:11
“Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.”

Konflik sering kali datang tanpa diundang. Dalam relasi—baik pertemanan, pelayanan, keluarga, maupun komunitas—perbedaan pendapat, kesalahpahaman, bahkan luka hati bisa dengan mudah terjadi. Masalahnya bukan pada ada atau tidaknya konflik, tetapi bagaimana kita meresponsnya.

Sering kali, konflik memancing emosi kita. Kita ingin segera membalas, membela diri, atau membuktikan bahwa kita benar. Namun firman Tuhan hari ini mengajarkan respons yang berbeda. Akal budi membuat seseorang panjang sabar, dan kemuliaan seseorang justru terlihat ketika ia mau mengampuni.

Cara Tuhan dalam menghadapi konflik bukanlah dengan membalas, melainkan dengan menahan diri dan memberi ruang bagi kasih bekerja. Dibutuhkan kerendahan hati untuk tidak langsung bereaksi, dan dibutuhkan kekuatan untuk memilih mengampuni saat hati terluka.

Konflik, jika diresponi dengan benar, bukan hanya masalah yang harus diselesaikan, tetapi kesempatan untuk bertumbuh. Di tengah konflik, karakter kita diuji—apakah kita dikuasai emosi atau dipimpin oleh hikmat Tuhan.

Saat kita memilih bersabar, mendengar, dan mengampuni, kita sedang menunjukkan bahwa hidup kita dipimpin oleh Tuhan. Di situlah konflik berubah menjadi kesempatan untuk memuliakan-Nya.

What To Do?
• Refleksikan responmu selama ini saat menghadapi konflik—lebih banyak dipimpin emosi atau hikmat?
• Latih dirimu untuk “pause” sebelum bereaksi, dan beri ruang bagi Tuhan memimpin responmu.
• Ambil langkah untuk mengampuni atau memperbaiki relasi yang sedang retak.

📖 Bible Marathon: Efesus 5