Skip to content

Lampu di Gudang

 

Rehobot Kids Daily Devotional | Minggu, 24 Mei 2026
Hello Rehobot Kids! Renungan harian ini dapat diakses melalui instagram kami di www.instagram.com/rehobotkids.id. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Lampu di Gudang

Yakobus 1:22
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

Suatu sore, Lani membantu neneknya membereskan gudang. Di antara kotak-kotak lama, ia menemukan sebuah lampu darurat kecil berwarna kuning. Lampu itu sedikit berdebu, tetapi masih terlihat utuh. “Apa lampu ini masih bisa dipakai, Nek?” Tanya Lani. Nenek mengambilnya dan menekan tombol kecil di sampingnya.

Tiba-tiba lampu itu menyala terang, meskipun tidak tersambung ke listrik. “Itu lampu darurat,” jelas Nenek. “Di dalamnya ada baterai yang bisa menyimpan listrik. Ketika lampu ini dicolokkan ke stop kontak, baterainya terisi. Jadi saat listrik padam, lampu ini tetap bisa menyala.” Lani mengangguk mengerti. Ia mematikan lampu itu dan menaruhnya kembali.

Malam harinya, tiba-tiba listrik di rumah padam. Rumah menjadi gelap, dan adik Lani mulai merasa takut. Lani segera teringat lampu darurat di gudang. Ia berlari mengambilnya dan menyalakannya. Seketika itu juga ruang tengah menjadi terang. Sekarang ibu bisa melihat dengan jelas untuk mencari dan menyalakan lilin, kemudian semua orang merasa lebih tenang dan suasana dalam rumah pun menjadi hangat.

Nenek tersenyum lalu berkata, “Lampu ini sebenarnya sudah punya terang di dalamnya. Tapi kalau hanya disimpan di gudang, tidak ada yang merasakan manfaatnya.” Lani pun mengerti. Terang baru berguna ketika dinyalakan.

Firman Tuhan juga seperti itu. Kita bisa mendengarnya, mengingatnya, bahkan mempelajarinya. Tetapi jika kita tidak melakukannya, terang itu seperti lampu yang hanya disimpan. Ketika firman Tuhan dipraktikkan dalam hidup, barulah terang itu menolong orang lain.