Skip to content

Perkataan yang Lemah Lembut

 

Rehobot Kids Daily Devotional | Jumat, 22 Mei 2026
Hello Rehobot Kids! Renungan harian ini dapat diakses melalui instagram kami di www.instagram.com/rehobotkids.id. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
Perkataan yang Lemah Lembut

Amsal 15:1
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.”

Suatu hari, Roni mengajak temannya, Harry, bermain di rumahnya. Mereka bermain dengan sangat seru menggunakan mainan kesayangan Roni. Tiba-tiba adik Roni datang dan tanpa sengaja merusak mainan itu. Roni langsung marah. Ia berteriak kepada adiknya, dan mereka pun mulai bertengkar. Harry yang melihat hal itu tidak tinggal diam. Ia mencoba melerai mereka. Adik Roni akhirnya pergi ke kamarnya dengan wajah kesal, sementara Roni masih merasa sangat marah.

Saat itu, Harry teringat pelajaran di Sekolah Minggu tentang firman Tuhan yang mengatakan bahwa jawaban yang lemah lembut dapat meredakan kemarahan. Harry pun ingin mencoba melakukan firman Tuhan itu.
Harry lalu berbicara kepada Roni dengan suara yang lembut. Ia menenangkan Roni dan mengajaknya berpikir dengan tenang. Setelah Roni mulai tenang, Harry berkata, “Mungkin adikmu tidak sengaja. Bagaimana kalau kamu meminta maaf dulu supaya kalian bisa berdamai?”

Roni memikirkan perkataan Harry. Akhirnya ia setuju. Roni bersama Harry pergi ke kamar adiknya. Dengan hati yang sudah lebih tenang, Roni meminta maaf kepada adiknya. Adiknya pun memaafkan Roni. Tidak lama kemudian, mereka kembali bermain bersama dengan gembira.

Rehobot Kids, dari cerita ini kita belajar bahwa perkataan yang lembut dapat menenangkan hati yang sedang marah. Tuhan mengajarkan kita untuk tidak berbicara dengan kata-kata kasar, tetapi memilih perkataan yang baik dan lembut. Yuk, Rehobot Kids, belajar menggunakan perkataan yang lembut supaya kita bisa membawa damai bagi orang-orang di sekitar kita.