Skip to content

Alat Pembayaran

Saudaraku,

Betapa berat perjalanan Tuhan Yesus sebagai Anak Manusia dengan cara berpikir dan gaya hidup yang sangat berbeda dengan apa yang dikenakan manusia pada umumnya. Pada zaman-Nya, Ia menjadi seperti pesakitan di tengah orang-orang yang menolak kehadiran-Nya serta apa yang diajarkan. Tetapi inilah pertaruhan yang tidak bisa dihindari sebagai Anak Allah yang mau melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh. 4:34). Ternyata Tuhan Yesus sebagai manusia yang dalam segala hal disamakan dengan manusia, bisa berhasil melakukan kehendak Bapa dan melewati segala pencobaan serta tampil sebagai pemenang (Ibr. 2:17-18). Kalau Ia bisa melewati pencobaan dan menang, maka Ia bisa menolong orang percaya yang bermaksud mengikuti jejak-Nya yang harus melewati pencobaan yang Tuhan Yesus juga alami.

Dari yang dikatakan dalam Ibrani 12:17-18 tersebut secara tidak langsung Tuhan Yesus memberikan jaminan bahwa orang percaya juga dapat menjalani hidup seperti yang telah dijalani-Nya. Inilah yang benar-benar disebut sebagai kabar baik. Sebelum kedatangan-Nya, tidak ada orang yang memuaskan hati Bapa secara ideal, sekarang dibuka peluang untuk itu. Peluang ini ditawarkan kepada semua orang, khususnya bagi orang Kristen yang sudah mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Syarat menjadi pengikut-Nya yang belajar sebagai murid-Nya adalah melepaskan segala milik (Luk. 14:33).

Hal yang paling merusak pelayanan pekerjaan Tuhan adalah ketika syarat untuk menjadi pengikut Kristus tidak diajarkan sehingga banyak orang merasa sudah di “dalam” tetapi sebenarnya masih di “luar.” Banyak orang merasa sudah menjadi anak-anak Allah, merasa sudah menjadi murid dan umat pilihan padahal belum. Karena mereka tidak mengerti biaya yang harus dibayar. Mereka merasa sudah menerima keselamatan dengan gratis dalam segala aspeknya. Seharusnya keselamatan dipahami dengan benar. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah alat pembayaran untuk mengembalikan manusia pada posisi merdeka atau bebas. Dengan pengorbanan-Nya manusia diberi peluang untuk menemukan dirinya menjadi seperti rancangan semula Allah Bapa yaitu menjadi mahkluk yang  mengakui hak dan kedaulatan Allah secara mutlak. Hal ini harus diperjuangkan, tidak otomatis dialami. Fokus perjuangan hidup kita harus sepenuhnya diarahkan untuk hal ini. Penyimpangan dari hal ini berarti menolak keselamatan-Nya.

 

Teriring salam dan doa,

Dr. Erastus Sabdono

 

Kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah alat pembayaran untuk mengembalikan manusia pada posisi merdeka atau bebas.