Orang yang memiliki kemuliaan Allah akan memancarkannya melalui seluruh perilakunya. Kuasa kemuliaan dan keagungan-Nya adalah satu-satunya hal yang benar-benar penting dalam hidup kita, yang singkat ini. Itulah sebabnya Filipi 2:15 mengatakan, “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” Karena itu, kita tidak boleh sibuk dan ribut dengan hal-hal yang sepele atau kecil, sebab hal-hal tersebut membuat kita kehilangan martabat. Tidak bermartabat bukan hanya di hadapan malaikat, tetapi juga di hadapan manusia. Kita tidak bermaksud menghakimi siapa pun; yang harus kita lakukan adalah memeriksa diri kita sendiri. Jangan kita sibuk menghitung uang, mengejar kedudukan, mengagungkan jabatan, atau menilai penampilan, tetapi tidak mengerti martabat sebagai anak-anak Allah yang agung—anak-anak Allah yang tidak melukai atau menyakiti siapa pun.
Sekali lagi firman Tuhan menegaskan, “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” Ayat sebelumnya, Filipi 2:5–8, berkata, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Yesus diremukkan; di mata manusia tidak ada keelokan pada-Nya. Namun justru di sanalah tampak keagungan martabat manusia yang sempurna—manusia yang menemukan kembali kemuliaan Allah yang telah hilang. Tetapi ingat, Injil adalah bau harum bagi mereka yang diselamatkan, dan bau busuk bagi mereka yang akan binasa. Anak-anak Allah yang tulus akan mencium keharuman itu sebagai keharuman. Namun bagi orang-orang yang hatinya bengkok, seharum apa pun hidup kita, mereka akan mencium bau busuk. Yang rusak bukan kemuliaan itu, melainkan indera mereka—mata dan hidung rohani mereka. Karena hati mereka busuk, mereka hanya mencium kebusukan.
Karena itu, kita tidak perlu mengharapkan pujian, penilaian, pengagungan, atau pengultusan dari siapa pun. Jika kita belajar firman Tuhan dengan benar, kita tidak akan mengultuskan manusia. Kita boleh menerima gembala atau hamba Tuhan sebagai mentor, bapak rohani, atau pelayan Tuhan, tetapi tidak boleh mengultuskan mereka. Jika seorang pendeta sampai dikultuskan, bisa jadi karena ia sendiri menciptakan pengultusan itu, atau karena jemaatnya tidak bertumbuh. Hanya Tuhan yang patut kita agungkan. Manusia harus dihormati secara proporsional. Kita harus menjadi seperti bintang-bintang di dunia, yang memancarkan kemuliaan Allah, walaupun tidak semua orang mampu melihat kemuliaan itu. Namun kemuliaan itu harus nyata ada. Firman Tuhan memanggil kita untuk menempuh jalan hidup seperti yang ditempuh oleh Yesus.
Kita tidak bisa hidup wajar seperti manusia pada umumnya, sebab kita harus mengenakan prinsip hidup Tuhan Yesus—persis seperti prinsip hidup-Nya, tanpa dikurangi. Banyak orang yang beragama Kristen, tetapi tidak mengenakan kehidupan Yesus. Mereka sejatinya adalah Kristen palsu. Yang mengerikan, Tuhan seakan-akan diam. Tidak sedikit ajaran gereja yang sesat, bahkan telah berlangsung ratusan atau ribuan tahun, dan seolah-olah Tuhan membiarkannya. Langkah kehidupan seperti yang dijalani Tuhan Yesus tidak terjadi secara otomatis; itu harus diperjuangkan. Kita sering mendengar orang Kristen berkata, “Kita adalah terang dunia.” Itu benar. Tetapi pertanyaannya, apakah kita sungguh bercahaya? Kita juga berkata, “Kita adalah garam dunia.” Namun apakah kita sungguh asin? Karena itu, kita harus berjuang untuk hidup sesuai dengan panggilan tersebut.