Skip to content

When Forgiveness Is Hard

 

Rehobot Youth Daily Devotional – Kamis, 19 Maret 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!

Renungan hari ini berjudul:
When Forgiveness Is Hard

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”
— Kejadian 50:20

Mengampuni tidak pernah mudah—terutama ketika luka datang dari orang-orang terdekat. Yusuf sangat memahami rasa itu. Ia dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri, dijual seperti barang, diperlakukan tidak adil, dan harus menjalani penderitaan panjang yang tidak pernah ia pilih. Secara manusia, Yusuf punya semua alasan untuk menyimpan amarah dan membalas.

Namun ketika Yusuf akhirnya berada di posisi berkuasa, ia memilih jalan yang berbeda. Ia tidak menyangkal bahwa apa yang dilakukan saudara-saudaranya adalah kejahatan. Ia tidak memutarbalikkan fakta. Tetapi Yusuf melihat lebih jauh—ia melihat tangan Tuhan yang tetap bekerja di balik luka, pengkhianatan, dan konflik yang ia alami.

Dari Yusuf kita belajar bahwa mengampuni bukan berarti mengecilkan rasa sakit atau berpura-pura tidak terluka. Mengampuni adalah keputusan sadar untuk tidak membiarkan kepahitan menguasai hati. Yusuf tidak membiarkan masa lalunya mendikte cara ia mengasihi di masa kini.

Dalam konflik, kita sering bertanya, “Kenapa ini terjadi padaku?” Yusuf mengajak kita menggeser pertanyaan itu menjadi, “Apa yang Tuhan sedang kerjakan melalui ini?” Karena kasih dan kebenaran bisa berjalan bersama—kita bisa jujur tentang luka, sekaligus memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

What To Do?
1. Jujurlah pada Tuhan tentang luka atau konflik yang masih sulit kamu ampuni.
2. Mintalah hati yang mau melihat rencana Tuhan, bukan hanya rasa sakitmu.
3. Ambil satu langkah kecil hari ini untuk melepaskan kepahitan—melalui doa, sikap, atau respons yang lebih penuh kasih.

📖 Bible Marathon: Kisah Para Rasul 18