Rehobot Youth Daily Devotional – Rabu, 4 Maret 2026
Renungan harian ini dapat diakses melalui Instagram kami di www.instagram.com/rcc.yth. Jangan lupa untuk follow ya!
Renungan hari ini berjudul:
Tak Pantas Menghakimi Sesama
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
— Matius 7:1–2
Tanpa sadar, kita sering merasa lebih benar ketika melihat kegagalan atau kesalahan orang lain. Kita cepat menilai, seolah-olah kita memegang standar moral yang lebih tinggi. Namun, Yesus dengan tegas mengingatkan bahwa apa yang kita tabur lewat cara kita menilai orang lain, itulah yang akan kita tuai. Menghakimi orang lain sering kali bukan soal kebenaran, melainkan tanda bahwa kita sedang menutup mata terhadap kekurangan diri sendiri.
Tuhan memanggil kita, khususnya sebagai anak muda, untuk menyadari bahwa setiap orang sedang berjuang dalam pertarungannya masing-masing—perjuangan yang mungkin tidak pernah kita lihat atau pahami sepenuhnya. Karena itu, simpati dan empati menjadi kunci untuk berhenti mengambil posisi sebagai hakim. Saat kita mengubah cara pandang dari menghakimi menjadi memahami, di situlah kita sedang mencerminkan kasih Kristus.
Ingatlah, kita semua adalah penerima anugerah Tuhan. Jika Tuhan yang Mahasuci saja tidak langsung menghancurkan kita saat kita jatuh dan bersalah, lalu siapakah kita sehingga berani menghakimi sesama dengan keras? Hidup dalam kasih berarti memberi ruang bagi pertobatan, pemulihan, dan harapan—bukan vonis.
What to Do?
1. Mulai berpikir dengan jernih dahulu sebelum mengucapkan sesuatu kepada orang lain.
2. Mulai miliki rasa simpati yang tulus; bersimpati dimulai dari telinga yang mau mendengar.
3. Sadar dengan keberadaan diri sendiri, jangan langsung menghakimi seseorang tanpa melihat kondisi pribadi.
📖 Bible Marathon: Kisah Para Rasul 3