Saudaraku sekalian yang kekasih,
Keintiman dengan Tuhan itu sesuatu yang riil, sesuatu yang nyata, yang kita alami, kita rasakan dengan seluruh hidup kita, roh, jiwa dan tubuh kita ini. Jangan karena kita berpikir Allah itu Roh, lalu tubuh kita tidak dapat mengalami sentuhan Allah. Allah memang Roh, tetapi Allah dapat melakukan apa pun. Ingat firman yang mengatakan, “Allah adalah Roh” di dalam Yohanes 4:24. Itu terkait dengan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Artinya kita harus melakukan penyembahan, pengabdian kita kepada Tuhan di seluruh waktu hidup kita tanpa dibatasi oleh ruangan dan cara-cara tertentu. Tetapi segenap hidup kita, sungguh-sungguh kita persembahkan kepada Tuhan, di mana pun, kapan pun dan melalui segala apa pun yang kita kerjakan, karena Allah memenuhi jagat raya ini.
Tetapi bukan berarti tubuh kita tidak bisa merasakan kehadiran dan sentuhan-Nya. Allah yang menciptakan alam materi ini. Allah yang menciptakan manusia dengan tanah liat, Dia memiliki tangan yang dapat menyentuh. Allah bisa menyatakan diri atau teofani dengan berbagai macam penyataan. Jadi kita bisa merasakan dan mengalami Tuhan secara riil di dalam roh, jiwa dan tubuh kita. Jadi, kalau kita belum mengalami Tuhan di dalam seluruh keberadaan kita ini—roh, jiwa dan tubuh dengan indera kita—berarti ada sesuatu yang belum utuh atau belum lengkap.
Saya tidak mengajarkan Saudara, untuk memaksa Allah, yang melaluinya Saudara dapat merasakan kehadiran-Nya secara fisik, tetapi diri Saudara sendiri bisa merasakan kehadiran-Nya secara fisik juga, bahwa Allah bisa menyentuh Saudara dengan aliran, seperti arus, seperti tegangan, yang membuat Saudara terguncang secara fisik. Itu berarti Tuhan bisa melakukan perkara-perkara besar, perkara-perkara ajaib atas tubuh kita. Dia bisa menyembuhkan penyakit kita, Dia bisa menyentuh jantung, paru-paru, ginjal, hati dan Allah bisa mengubah yang rusak menjadi baik. Allah bisa memperbaiki seluruh indra kita, bisa menyentuh seluruh keberadaan fisik kita dan memberikan pemulihan.
Kalau Alkitab berkata “tubuh kita bait Roh Kudus,” itu berarti Allah hadir di dalam seluruh keberadaan kita, termasuk fisik atau tubuh kita ini. Itulah sebabnya kita harus terus mencari Tuhan, untuk bisa mengalami Dia. Tetapi ingat: percayalah kepada Tuhan, walau kita tidak melihat. Kita tidak boleh memaksa Tuhan untuk menyatakan Diri secara fisik sehingga kita bisa mengalami Dia. Tetapi tidak bisa tidak, dalam keintiman dengan Tuhan seluruh keberadaan kita bisa mengalami Tuhan. Dan idealnya kita bisa mengalaminya. Ini tidak bisa dibagikan dengan kata-kata, karena Saudara harus sungguh-sungguh mengalami kehadiran Tuhan di dalam seluruh kehidupan kita. Dan apa yang saya sampaikan ini, bisa menjadi penghibur, bisa menjadi kekuatan, karena Allah yang hidup hadir di dalam seluruh kehidupan kita.
Saudaraku,
Dia hadir untuk kita. Dia Allah Bapa yang peduli atas seluruh kebutuhan hidup kita, roh, jiwa dan tubuh. Sering kita membatasi Tuhan dengan mind control kita, dengan banyak teori-teori yang ada di dalam nalar dan rasio kita, kita membatasi Allah. Saya mengajak Saudara untuk mencari Tuhan, menemukan Tuhan, membangun keintiman dengan Tuhan dan membiarkan Tuhan menjamah Saudara. Jika kita benar-benar menjadikan tubuh kita bait Allah, yang di dalamnya ada Holy of Holies, ada ruang Maha Suci, Tuhan bisa memulihkan tubuh kita. Tidak memaksa Tuhan, tapi jika Tuhan memberikan kita kasih karunia, Tuhan bisa memulihkan seluruh keberadaan tubuh kita yang rusak, yang sakit, keberadaan jiwa kita yang rusak, yang bermasalah dan roh kita yang kering, Tuhan bisa memulihkannya.
Bukan tidak mungkin jika tubuh kita benar-benar menjadi bait Roh Kudus dan Tuhan mau memakainya, kita tidak menggunakan tubuh untuk kepuasan, tidak menggunakan tubuh kita untuk dosa, maka Allah bisa menjadikan tubuh kita ini alat kemuliaan-Nya. Mari kita mencari Tuhan sungguh-sungguh. Mari kita memiliki keintiman dengan Tuhan dan menjadikan tubuh kita ini bait Allah. Terkait dengan hal ini, kita masih tetap percaya mukjizat dan kita percaya Allah menghendaki kita mengalaminya setiap hari bagi kemuliaan-Nya.
Teriring salam dan doa,
Pdt. Dr. Erastus Sabdono
Kita tidak boleh memaksa Tuhan untuk menyatakan Diri secara fisik sehingga kita bisa mengalami Dia. Tetapi tidak bisa tidak, dalam keintiman dengan Tuhan seluruh keberadaan kita, kita bisa mengalami Tuhan.