Saudaraku,
Dengan kelahiran Tuhan Yesus di kandang domba dimaksudkan agar dari kemiskinan-Nya kita menjadi kaya (2Kor. 8:9, “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya”). Kalau Ia tidak pernah menjadi miskin kita tidak pernah menjadi kaya. Tetapi oleh karena kemiskinan-Nya, kita diperkaya. Untuk dapat memahami teks ini dengan benar, maka kita harus memeriksa dengan teliti makna yang terkandung di dalamnya.
Kata kaya dalam teks aslinya adalah plousios (πλούσιος). Kata ini juga berarti kaya dalam materi (rich) dan kelimpahan (abundantly). Tentu saja kekayaan Allah tidak hanya diukur dengan materi. Kata plousios ini adalah sebuah metafora (gambaran atau ilistrasi) untuk menunjukkan bahwa Allah memiliki jawaban atas kebutuhan manusia. Untuk menegaskan bahwa kata plousios adalah metafora, dapat dilihat dari kata miskin. Kata miskin dalam teks aslinya adalah ptokheia (πτωχεία). Kata ptokheia bukan menunjuk pada kemiskinan secara harta atau materi, lebih menunjuk pada ketidakberdayaan. Kalau kemiskinan harta lebih sering menggunakan kata penikhros (πενιχρός).
Kata ptokheia ini juga digunakan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 5:3, ketika Tuhan menyatakan bahwa orang miskin memiliki Kerajaan Surga. Tentu saja miskin di sini bukanlah miskin dalam arti duniawi atau materi, melainkan dalam arti rohani. Bila melihat konteks 2 Korintus 8:9, tulisan Paulus ini berorientasi mengenai pergumulan jemaat yang pada waktu itu menghadapi aniaya yang hebat dari orang-orang Yahudi dan kekuatan Roma. Tetapi dalam penderitaan yang begitu hebat mereka tidak merasa miskin dan terhina. Mereka memiliki keselamatan yang membuat hidup mereka berkualitas.
Hal ini bertalian dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus bahwa Ia datang untuk memberi hidup dan memberi kelimpahan (Yoh. 10:10). Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, yang rela mati bagi domba-domba-Nya. Ia mati supaya domba-domba-Nya hidup dalam kelimpahan. Kelimpahan macam apakah yang dijanjikan Tuhan Yesus? Kelimpahan di sini harus diartikan sebagai kelimpahan yang menyangkut kehidupan yang diperbaharui di dalam Tuhan. Dalam teks aslinya kata kelimpahan dalam Yohanes 10:10 adalah perrisos (περισσός) yang artinya sangat tinggi dalam kualitas, bukan sangat tinggi dalam arti materi. Tentu saja hal ini menyangkut karakter yang diubah terus menjadi seperti Kristus, damai sejahtera yang melampaui segala akal dan akhirnya Kerajaan-Nya dalam kekekalan nanti di langit yang baru dan bumi yang baru.
Teriring salam dan doa,
Pdt. Dr. Erastus Sabdono
Kelimpahan dalam Tuhan menyangkut karakter yang diubahkan, damai sejahtera dan Kerajaan-Nya yang akan datang.