Tuhan yang Membela

Saudaraku sekalian yang terkasih,

Kita harus meng-update Tuhan, kita harus selalu memperbaharui hubungan kita dengan Tuhan, supaya hubungan kita benar-benar terjalin indah, nyata, riil; dan itu pasti berdampak dalam hidup kita. Untuk itu kita harus meng-upgrade diri kita, artinya kita harus benar-benar hidup tidak bercacat tidak bercela. Jangan kita berbuat dosa sekecil apa pun dosa itu. Kalau orang mengata-ngatai Saudara hal-hal buruk, seakan-akan Anda ini orang najis, orang berdosa, jangan mengganggu pikiran kita. Yang penting kita benar-benar benar di hadapan Tuhan; tidak bercacat tidak bercela. Sebab bagaimanapun, suatu hari Allah akan membuktikannya. Jangan membuat skenario, biar Tuhan yang akan mengatur skenario itu; jalur cerita kehidupan kita masing-masing.

Meng-update Tuhan di dalam hidup artinya apa yang pernah terjadi, yang ditulis di dalam Alkitab—yang itu kita yakini sebagai kisah nyata bukan dongeng dan memang itu benar-benar kisah nyata—kita alami sekarang. Seperti laut Kolsom terbelah, kita juga bisa membelah berbagai kesulitan, kesukaran; tidak ada jalan keluar kemana pun selain Tuhan. Bangsa Israel dibawa Tuhan ke situasi-situasi yang betul-betul mustahil untuk mendapatkan pertolongan. Ketika mereka sampai di seberang laut Tiberau; kanan kirinya bukit, di belakang Firaun mengejar, mereka tidak ada jalan, sama sekali tidak ada jalan. Di depan, air laut bergelombang, kanan-kiri perbukitan; mereka seperti ada di tempat yang dipojokkan; tinggal dibunuh atau dibantai saja. Tetapi Allah tidak pernah kehilangan jalan; Allah selalu memiliki jalan keluar. Apa yang terjadi? Laut Kolsom dibelah. Dibelahnya laut Kolsom ini memberi inspirasi kepada kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah; Allah mampu berbuat apa pun di luar nalar kita; di luar kemampuan kita mengerti.

Jadi kalau sekarang kita dalam kondisi yang terjepit; kanan, kiri, depan, belakang, menekan dan menusuk; lalu kita berkata, “Tamat, tamat sekarang hidupku. Pokoknya hidupku selesai hari ini,” ternyata tidak. Allah punya banyak jalan. Makanya kita harus benar-benar bergantung kepada Allah dan jangan bergantung kepada manusia. Saya termasuk orang yang kapok bergantung kepada manusia. Selain kita akan dirugikan, kita juga menghina perasaan Allah. Allah itu besar. Allah yang dikisahkan oleh Abraham, Ishak dan Yakub, Musa, Sadrakh, Mesakh, Abednego, Daniel; Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus; Allah yang sama; Allah yang kita sembah hari ini. Jadi jangan ada keraguan sekecil apa pun; karena Allah yang hidup, Allah yang bisa dipercayai. Allah tidak mungkin tidak memberi jalan.

Allah mau membuktikan Diri-Nya besar. Maka kita lihat di dalam kisah perjalanan bangsa Israel ke Mesir. Sering mereka dibawa kepada keadaan-keadaan sulit yang mustahil dengan kekuatan manusia bisa menanggulanginya. Tetapi kesulitan makin besar, mukjizat pun dinyatakan makin besar. Persoalan makin rumit, makin besar, Allah makin bisa menunjukkan kemuliaan-Nya. Allah bukanlah Allah yang tidak bisa merangkai masalah. Asalkan hidup kita benar, Tuhan pasti membela kita. Tapi kalau kita sendiri salah, tidak usah manusia, Tuhan yang akan memenggal kepala kita. Tapi karena kita mau belajar hidup suci tak bercacat-tak bercela, Allah pasti melindungi, Allah pasti menjaga kita. Tidak mungkin Allah meninggalkan kita.

Jadi persoalan berat, persoalan sulit, itu benih mukjizat, benih iman. Kalau Saudara hanya punya masalah kecil, lalu Tuhan buka jalan; itu bukan Allah yang besar. Allah bisa menyelesaikan hal yang berlipat kali ganda, yang ribuan kali besarnya dari masalah yang kita hadapi. Jadi kalau kita menghadapi masalah-masalah berat/rumit, kita harus melihat bahwa Allah akan menyatakan mukjizat-Nya di dalam masalah hidup kita yang besar ini. Tuhan pasti nanti buka jalan, Tuhan pasti tolong kita; hanya hendaknya kita tetap rendah hati; jangan sombong, jangan mentang-mentang punya Allah yang Mahakuasa lalu kita sembarangan hidup. Tetap kita menjaga diri sebaik-baiknya, menjaga kesucian sebaik-baiknya.

Di luar kemampuan kita, Tuhan pasti menolong, Tuhan pasti buka jalan, Tuhan pasti tidak permalukan kita. Allah adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Firman Tuhan mengatakan dalam kitab Ibrani 13:5; yang kemarin telah kita baca, “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan kamu.” Dan ini sudah merupakan kepastian. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ayo, kita buktikan siapa Allah yang benar dan Allah siapa Dia!

Teriring salam dan doa,

Pdt. Dr. Erastus Sabdono

Asalkan hidup kita benar, Tuhan pasti membela kita.