Meningkatkan Kawasan Rohani

Allah Bapa menghendaki agar setiap hari kita mengalami pertumbuhan iman yang benar. Yang digambarkan seperti naik terus dan masuk ke satu kawasan; kawasan rohani yang lebih tinggi. Memang Allah hadir di mana-mana, tetapi tidak semua orang percaya sungguh-sungguh mengalami Allah. Dan tidak semua orang Kristen juga mengalami pertumbuhan untuk terus memasuki kawasan Allah. Allah itu nyata, riil, bukan dongeng, bukan mitos, bukan fantasi, Allah Mahahadir. Tetapi faktanya, Allah seperti tidak ada. Dan banyak orang sebenarnya ateis. Walaupun dia mengaku beragama dan mulutnya mengaku percaya Tuhan, tetapi nyatanya mereka ateis praktis. Lebih menyedihkan kalau mereka adalah orang Kristen yang sudah belajar teologi, cakap bicara tentang Tuhan, tetapi ateis. Hal itu jelas dari perilakunya yang kejam, yang bengis terhadap sesama; sejatinya, ini menunjukkan bahwa dia tidak peduli perasaan Allah. Dan tidak sedikit manusia yang berlaku seperti hewan, mencabik-cabik orang lain dengan semena-mena. Orang-orang seperti ini, suatu kali akan dicabik-cabik juga dibuang ke dalam neraka, api kekal. Sungguh mengerikan. 

Dari kejahatan orang, ketegaan terhadap sesamanya, kita melihat bahwa neraka tidak mungkin tidak ada. Tetapi surga juga pasti ada untuk mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Allah, yang berbuat baik terhadap sesama, walaupun kebaikannya tidak ada yang melihat atau tidak mendapat balasan, tetapi Allah memperhitungkan. Ada orang-orang yang terus bertumbuh di dalam iman di lingkungan orang Kristen dengan harga mahal yang harus ia bayar untuk meningkatkan kawasan hidup rohaninya. Meningkatkan dengan cara apa? Tentu tidak ada cara lain kecuali pikiran yang bersih, mulut yang bersih, perilaku yang benar; yang kita sebut sebagai kesucian. Sementara itu, hatinya harus semakin terlepas dari ikatan-ikatan dunia. Tidak boleh ada sesuatu yang mengikat yang menjadi kesenangan dan kebahagiaan. Kita butuh rumah, mobil, uang, dan fasilitas lain. Tentu sesuai dengan kelas masing-masing orang. Mewah atau tidak, itu tergantung kelasnya. Di kampung, motor juga sudah jadi barang mewah. Tetapi, bagi orang yang penghasilannya bisa beberapa miliar, mobil yang berharga 15 miliar itu tidak ada apa-apanya. 

Yang penting, jangan ada ikatan karena kita pasti mati dan pulang. Masalahnya, kita pulang ke mana? Ini tergantung kita, mau pulang ke neraka atau ke surga. Karena kita akan menuai apa yang kita tabur. Yang menabur dalam daging, menuai kebinasaan; yang menabur dalam roh, akan menuai kemuliaan bersama Tuhan. Untuk meningkatkan kawasan rohani, hidup kita harus suci, harus tidak terikat dengan dunia. Harus meledakkan hati, membuat membara hati kita mencintai, mengasihi Allah, dan menghormati Allah. Dan tidak ada yang bisa melarang kita mengasihi Allah. Bahkan diri kita sendiri tidak boleh melarang kita mengasihi Allah. Daging kita, diri kita, manusia lama kita sering menarik kita untuk tidak mengasihi Allah. Tetapi kita harus berani mengasihi Allah, menghormati Allah lebih dari apa pun dan siapa pun. 

Kita harus berani menyatakan bahwa kita membutuhkan Tuhan, Allah Bapa kita. Kita membutuhkan Tuhan kita Yesus Kristus lebih dari oksigen yang kita hirup, lebih dari udara yang kita hirup, yang karenanya kita bernafas. Kita membutuhkan Tuhan lebih dari darah kita, lebih dari air yang kita minum. Dan Allah tahu kalau kita benar-benar mengasihi Dia, menghormati Dia, dan memerlukan Dia. Allah juga tahu ketika kita tidak membutuhkan Dia, ketika kita membutuhkan Allah hanya karena kuasa-Nya, tangan-Nya yang kuat untuk meraih dunia bagi keinginan kita. Ini kurang ajar. Kita membutuhkan Allah karena memang Dia adalah kebutuhan utama hidup kita, bukan yang lain.

Orang-orang seperti itu baru bisa benar-benar memuja Allah. Seperti seorang pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita atau seorang wanita jatuh cinta kepada pria, wanita ini tidak bisa hidup dengan pria manapun. Jadi ketika kita berkata, “Aku memuja-Mu, aku mengasihi-Mu, ya, Bapa,” ini dirasakan oleh Allah. Sebagaimana kita juga punya perasaan dan kita bisa tahu orang mencintai kita atau tidak, menghargai kita atau tidak, Allah juga tahu apakah kita menghargai Dia, apakah kita mengasihi Dia atau tidak. Kalau kita bisa memuja dan mengasihi Allah dengan tulus, kita pasti akan naik kelas. Kita akan bisa terus masuk kawasan-kawasan baru atau menerobos ke wilayah yang lebih tinggi.

Kalau kita memuja dan mengasihi Allah dengan tulus, kita pasti bisa meningkat kawasan rohani kita.