Skip to content

Menghormati Tuhan

Hampir semua manusia tidak menghormati Tuhan secara patut. Walaupun beragama, walaupun melakukan kegiatan agama, tetapi mereka tidak menghormati Tuhan secara patut. Dan ini benar-benar mengerikan. Bukan hanya menyedihkan, mengerikan! Kalau suatu hari seseorang menghadap Allah yang Maha Terhormat, Maha Agung dengan segala kemuliaan-Nya dan ia telah memperlakukan Allah secara tidak patut, betapa mengerikan keadaan orang seperti ini. Kita saja yang berjuang dan berusaha untuk menghormati Tuhan secara patut, belum tentu dengan mudah dapat menghormati Tuhan secara patut! Karena Allah tidak kelihatan. 

Dan manusia pada umumnya memiliki kebiasaan melakukan segala sesuatu tanpa mempertimbangkan perasaan Allah. Biasa buat ini buat itu, pergi ke sana pergi ke sini, beli ini beli itu, punya rencana ini dan itu tanpa mempertimbangkan perasaan Allah; apakah Allah berkenan atau tidak. Itu adalah irama hidup manusia pada umumnya; termasuk irama hidup kita. Dan ketika kita sadar, kita telah hidup tidak senonoh di hadapan Allah—dimana Allah adalah Tuan rumah jagad raya ini—baru kita sadar dan kita mau berusaha untuk menempatkan diri kita secara benar, proporsional dan patut di hadapan Allah. Tapi karena irama hidup kita yang sudah salah begitu lama, betapa sulitnya merubahnya.

Tetapi mari kita berjuang, bagaimana bisa menghayati Allah sebagai Pribadi yang hidup, yang nyata, yang Mahahadir di dalam hidup kita. Dan kita selalu mempertimbangkan segala sesuatu dengan mengkaitkan dengan perasaan Bapa. Namun sedikit sekali orang yang memiliki prinsip hidup seperti ini. Amati bagaimana orang dalam percakapan, bercanda, menulis sesuatu di media sosial; semua dilakukan tanpa mempertimbangkan apakah ucapannya, tindakannya, perilakunya, tulisannya itu benar-benar menyenangkan Tuhan atau tidak. Orang merasa berhak berbuat apa pun. 

Tapi, mari kita bertobat! Ayo, kita berhenti hidup sembarangan, berhenti hidup suka-suka sendiri! Segala sesuatu yang kita lakukan harus kita pertimbangkan dengan mengaitkan dengan perasaan Bapa. Ini tidak mudah! Tetapi kalau kita membiasakan terus, maka kita akan secara otomatis dalam melakukan segala sesuatu mempertimbangkan perasaan Bapa. Inilah yang dimaksud dengan hidup di hadapan Allah. Hidup di hadirat Tuhan. Hidup yang menghormati Allah. Yang berjuang saja belum tentu dengan mudah dapat hidup secara benar di hadapan Allah, apalagi kalau orang tidak sungguh-sungguh berjuang. 

Kita bertekad untuk bisa memiliki hati yang mengasihi, menghormati dan takut akan Dia sebagaimana sepatutnya. Dan kita membayangkan betapa indahnya! Dan memang indah, kalau kita menjadi manusia yang menghormati Allah secara patut, mencintai Allah secara patut dan takut akan Allah secara patut; pasti kita menjadi orang saleh Tuhan. Dan hidup kita pasti bisa dinikmati oleh Tuhan. Apa pun dan bagaimana pun keadaan masa lalu kita, jangan hal itu mengikat kita! Tuhan melupakan dosa-dosa kita dan tidak mengingatnya, jika kita sungguh-sungguh bertobat dan mau berubah. Tuhan berurusan dengan kita hari ini! Bukan kita 2, 3 tahun yang lalu, apalagi 10,15 tahun yang lalu! Bahkan Tuhan tidak berurusan dengan kita kemarin! Ingat! Tuhan berurusan dengan kita hari ini dan bisa menjadi apa kita nanti. 

Kita mau kita naik kelas, masuk kawasan baru dalam kemuliaan Tuhan; makin dekat, makin melekat dengan Tuhan. Sehingga hati kita makin tawar melihat keindahan dunia. Mata hati kita makin terarah ke langit baru bumi baru. Dan kita benar-benar merindukan Tuhan Yesus. Dan itu harus kita paksa. Artinya kita memaksa diri kita sendiri. Kita keras terhadap diri kita sendiri. Kita yang bisa mengendalikan diri kita. Kendalikan kehidupan kita. Tuhan telah memberikan kepada kita kehendak bebas, sehingga bukan Tuhan yang mengendalikan hidup kita. Kita yang harus mengendalikan! Kita minta pertolongan Tuhan untuk menuntun kita, mengendalikan hidup kita. Kita kendalikan hidup kita hanya untuk terarah kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya saja. Dan itu satu keniscayaan. Jangan terpengaruh oleh dunia sekitar kita! 

Pada umumnya manusia tidak menghormati Allah secara patut. Memang ada orang yang berusaha untuk menghormati Allah secara patut. Yang berusaha ini belum tentu dengan mudah dapat menghormati Allah secara patut. Pada umumnya orang hanyut dengan segala kesenangan, hobi, hiburan dunia, kehidupan yang terpisah dari Allah; walaupun bisa saja mereka beragama, bisa saja mereka menjadi aktivis gereja, bisa saja mereka menjadi pendeta. Namun kita yang sudah mengenal kebenaran, ayo kita bangun kehidupan yang benar-benar luar biasa. Kehidupan yang semakin berkenan di hadapan Allah. Menjadi keharuman di hadapan Tuhan. Mari, bersama kita berjuang! Jangan lupa setiap hari kita berdoa pribadi di hadapan Tuhan! Siapkan waktu untuk bertemu dengan Tuhan. 

Segala sesuatu yang kita lakukan harus kita pertimbangkan

dengan mengaitkan dengan perasaan Bapa;

inilah hidup yang menghormati Allah.