Memandang Tuhan sampai Akhir

Hari ini, dunia benar-benar mendapat peringatan dari Tuhan. COVID-19 akhirnya menjadi pukulan yang tidak main-main. Kalau sebelumnya orang masih bisa merasa bahwa manusia mampu menangani, hari ini di beberapa negara maju saja, mereka sudah mulai putus asa dan membiarkan. Tetapi di satu sisi, kita melihat bagaimana Tuhan membuka mata manusia bahwa betapa tidak berdayanya manusia. Ini baru COVID-19, belum lagi wabah-wabah lain yang bisa muncul. Oleh sebab itu, saya mengajak kita semua untuk kembali memeriksa apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah di dalam hidup umat manusia itu. Kita kembali memperkarakan: apa yang dikehendaki oleh Allah?

Sejatinya, Allah Bapa itu menghendaki satu dunia yang sempurna dengan manusia yang menikmati kebahagiaan dan berjalan bersama dengan Tuhan di bumi ini, bak di surga. Allah ingin manusia memiliki bumi yang sungguh amat baik itu dan menikmati bumi yang sempurna, sehingga tidak membutuhkan bumi yang lain atau surga lain. Tetapi, manusia telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tidak mungkin manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah bisa menikmati ciptaan Allah yang sempurna. Bumi terhukum, bumi terlaknat, bumi terkutuk. Namun, Allah merancang langit baru bumi baru. Kita adalah orang-orang yang dipilih untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Jadi, yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana kita berjuang untuk memiliki kehidupan seperti yang Bapa inginkan, yang dikatakan Tuhan Yesus, “Sempurna seperti Bapa, serupa dengan Yesus.” Itu saja, tidak muluk-muluk. Tidak harus menjadi aktivis gereja, apalagi pendeta. Dan gereja tidak boleh sibuk dengan hal-hal yang tidak perlu. Akhirnya, gereja menjadi tempat orang-orang mencari kedudukan, kehormatan, dan juga nafkah.

Kita fokus langit baru bumi baru. Dan sementara kita hidup, kita membenahi diri untuk benar-benar berkeadaan sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Untuk itu, pasti hidup kita akan tersita habis-habisan di situ. Dan sementara kita bertumbuh untuk sempurna seperti Bapa serupa dengan Yesus, kita juga menolong orang lain yang kita mau bimbing, untuk menjadi sempurna seperti Bapa, serupa dengan Yesus. Kita harus berkemas-kemas pulang ke surga saja. Terserah orang mau ngomong apa kepada kita, kita harus berani hidup tidak wajar. Banyak masalah yang sedang kita hadapi. Mungkin, berat-berat. Tetapi, kita tidak boleh kehilangan pegangan dan pandangan. Kita mau memandang Tuhan saja dan terus, sampai kita pulang ke surga. Hidup kita memang banyak persoalan, dan setan berusaha untuk mencegah laju perjalanan kita menuju ke langit baru bumi baru. Tapi ingat perkataan Tuhan Yesus di Matius 24:12-13, “Mereka yang bertahan sampai akhir yang diselamatkan.”

Jadi, mari kita mencari Tuhan terus; jangan berhenti mencari Tuhan. Kita tetap bekerja sebisa-bisanya, kita menjaga protokol kesehatan dengan baik supaya kita bisa hidup sepanjang mungkin, supaya kita membenahi diri lebih banyak dan bisa mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Ironis, banyak orang hanya bisa bicara, menyalahkan, dan menilai, tetapi tidak buat apa-apa. Mereka menggenggam tangannya, tidak melepaskan apa yang mereka miliki untuk pekerjaan Tuhan. Kiranya, kita hanya menunggu pengadilan Tuhan nanti dimana semua kita akan menghadap takhta pengadilan Tuhan. Maka, jaga hidup untuk lebih suci, hidup tidak bercacat, tidak bercela. Jangan tenggelam dengan masalah-masalah pribadi. Kita harus berkarya bagi Tuhan di sisa umur hidup kita ini.

Banyak masalah yang sedang kita hadapi. Mungkin berat-berat, tetapi kita tidak boleh kehilangan pegangan dan pandangan. Kita mau memandang Tuhan saja dan terus, sampai kita pulang ke surga.