Melipatgandakan Pertahanan

Salah satu perubahan yang benar dan terjadi dalam hidup orang percaya yang sungguh-sungguh mencari Tuhan, haus dan lapar akan kebenaran, dan merindukan perubahan adalah ia merasa aneh dan asing di tengah-tengah lingkungan yang biasanya ia tidak merasa aneh. Dulu kita sama dengan mereka; satu frekuensi, satu irama, satu nada, satu selera. Tetapi kemudian ketika kita mulai berubah—dimana fokus hidup kita mulai terarah kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya, selera duniawi mulai berubah menjadi selera surgawi—kita akan melihat diri kita aneh, “kenapa aku tidak seperti dulu?” Pasti orang di sekitar kita cepat atau lambat pun akan melihat perubahan tersebut. 

Ketika kita berada di tengah-tengah mereka, kita merasa tidak nyaman, ada perasaan menolak atau tertolak. Sejatinya, itu adalah ciri dari kehidupan orang percaya yang sedang dipindahkan Tuhan. Dan inilah yang sebenarnya lebih penting dari perubahan ekonomi, kesehatan atau perubahan dalam hidup yang bersifat fana. Justru perubahan seperti inilah perubahan yang paling normal di mata Tuhan; paling benar. Kita yang terus dengan setia mencari kebenaran, doa pagi setiap hari, tidak mungkin kita tidak berubah. Kita sendiri juga merasa perubahan tersebut.

Hal-hal yang dulu kita kemukakan tidak kita kemukakan lagi, karena kita anggap kurang atau tidak pantas. Gelora emosi yang dulu muncul dan mengalir, sekarang mulai tereliminir. Jadi, ini adalah ciri dari seorang yang benar-benar mengalami perubahan. Namun jika kita sudah mulai mengalami perubahan, waspadalah, Iblis melihat kita membahayakan. Iblis melihat itu sebagai ancaman bagi kerajaan kegelapan. Iblis bisa melipatgandakan serangan, melipatgandakan serbuan dalam hidup kita.

Jadi kalau kita sudah mulai menapaki perubahan ini, kita harus juga melipatgandakan waktu mencari Tuhan, mendengar khotbah dan mulai benar-benar meninggalkan hal-hal yang tidak perlu kita lakukan. Ingat, kita harus benar-benar memisahkan diri dari dunia. Memang ada orang-orang yang tidak bisa kita hindari; berhati-hatilah saat kita bertemu, karena penggaraman negatif dari dunia bisa melalui orang-orang dekat kita—pasangan hidup, orangtua, anak-anak, keluarga, orang dekat—yang dapat dipakai Iblis untuk menghentikan laju perubahan kita, karena kita sedang menuju Yerusalem Baru.

Iblis akan memasang ranjau-ranjaunya, supaya kita terhambat dan kalau bisa digagalkan. Di sisi lain, kita juga akan mulai heran—seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 4:12 bahwa akan ada nyala api siksaan yang menimpa kita. Jadi ketika kita mulai sungguh-sungguh, kita akan menghadapi hal-hal yang tidak terpikir sebelumnya dan kita akan bertanya, “Mengapa semua ini terjadi, Tuhan? Kita akan dimurnikan melalui banyak hal, supaya kita menjadi mempelai yang cantik yang dikatakan oleh 2 Korintus 11 sebagai perawan suci. Kita akan menjadi perawan suci, dimurnikan, namun tekad kita harus makin bulat

Dan satu hal yang penting yang kita harus lakukan adalah kita harus memiliki satu ruangan dalam hidup; dan itu adalah ruangan milik Tuhan yang tidak boleh dibagi dengan yang lain. Maka kata “berkemas-kemas” itu penting untuk kita ingat terus, agar kita tidak ada waktu untuk hal yang tidak perlu. Ingat waktu Nehemia membangun tembok Yerusalem, Sanbalat dan teman-temannya mengganggu, supaya usaha membangun kembali tembok Yerusalem itu terhambat. Ada saja yang dilakukan oleh kuasa kegelapan dalam menghambat pembangunan hidup rohani kita, tetapi justru seharusnya hal itu membuat kita lebih kokoh dari sebelumnya

Jadi milikilah satu ruangan, supaya ruangan itu hanya diisi oleh Tuhan dan prinsipnya tidak ada kegiatan yang tidak diarahkan untuk Tuhan. Jadikan hidup kita berarti bagi Kerajaan Surga, sekecil apa pun peran kita; tapi bukan berarti kita memberi yang kecil, melainkan kita memberikan segenap hidup kita tanpa batas. Dan kita tahu kalau suatu hari kita bertemu dengan Tuhan, kita akan mengerti betapa kita harus setepat tepatnya melakukan apa yang Tuhan kehendaki, menghormati Tuhan setinggi-tingginya, tunduk serendah-rendahnya dan memberikan sebanyak-banyaknya yang kita miliki sampai tidak ada sisanya lagi. Maka kita harus memisahkan diri dari dunia. Terserah orang mau bicara apa, tetapi kita harus dalam satu integritas yaitu berbeda dengan dunia. 

Ketika kita sudah mulai mengalami perubahan, waspadalah, Iblis melihat kita sebagai ancaman bagi kerajaan kegelapan.

Iblis akan melipatgandakan serangan, maka kita harus juga melipatgandakan pertahanan iman.