Kebutuhan Mendesak

Saudaraku,

Menjadi pergumulan kita semua, bagaimana kita bisa memiliki Allah dan bagaimana Allah bisa memiliki kita? Ini satu hal yang paling penting, lebih penting dari segala hal. Mengapa kita seperti memiliki jarak dengan Allah? Mengapa kita sulit bersentuhan dengan Allah? Mengapa seakan-akan Allah ada di tempat yang begitu jauh dan kita terpisah? Walaupun kita sering mengatakan bahwa Allah dekat, Ia hanya sejauh doa, tetapi kenyataannya kita tidak mengalami, kita tidak bisa bersentuhan. Rasa-rasanya kita terpisah dari Dia. Apa penyebabnya? Ini rahasia kehidupan yang saya sampaikan dalam nama Tuhan atau atas nama Tuhan. Selama kita masih memiliki hidup kita sendiri, kita tidak bisa dimiliki Allah dan kita tidak bisa memiliki Allah. Puluhan tahun saya belajar, karena saya ada di lingkungan Sekolah Alkitab, saya ada di lingkungan penggembalaan. Saya berjuang untuk bisa menjadi pelayan Tuhan yang baik, untuk menjadi berkat. Kita tidak bisa bersentuhan dan bersekutu dengan Allah, Allah tidak bisa bersekutu dengan kita; kita tidak bisa diikat oleh Allah dan kita tidak bisa mengikat Allah di dalam hidup kita, kecuali kita memiliki keberanian.

Kenyataan di lapangan, kita dapati orang-orang yang pernah menyerahkan nyawanya kepada Iblis; demi kekayaan, demi supaya dapat kesaktian, dapat jimat supaya kaya. Kadang-kadang yang dikurbankan anak. Ada juga orang-orang yang pergi ke kuburan, ke tempat-tempat keramat, berpuasa berhari-hari demi mendapatkan kesaktian atau demi memperoleh apa yang dia merasa butuhkan. Lalu, kenapa orang bisa nekad seperti itu? Karena ada sesuatu kebutuhan yang mendesak. Apakah itu jimat, kekayaan dan lain-lain. Sekarang kita juga harus merasa memiliki kebutuhan yang mendesak dan untuk itu kita harus berani mempertaruhkan segenap hidup kita kepada Tuhan. Kita tahu bahwa yang kita butuhkan itu hanya Tuhan.

Orang yang fokus kepada dunia atau kepada banyak hal, maka ketika ia meninggal dunia, semua produk dari fokusnya itu lenyap. Baik kedudukan, gelar, pangkat, kecantikan dan lain-lain, semua lenyap. Itu mengerikan dan itu dahsyat sekali! Tetapi ada satu yang tidak akan bisa lepas dari hidup kita, yaitu Tuhan. Kalau orang tidak punya Tuhan, ini mengerikan! Makanya kenapa kita tidak menyadari bahwa yang kita butuhkan itu hanya Tuhan lebih dari segala sesuatu? Dan kita menyerahkan nyawa kita kepada Tuhan, kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan; kita membuat ikatan perjanjian dengan Allah. Kalau orang melakukan penyerahan diri kepada kepada Iblis/kuasa gelap, dan membuat perjanjian dengannya—demi supaya punya kesaktian ataupun memperoleh kekayaan—padahal semuanya hanya sementara dan mereka berani menukar kehidupan kekal keselamatan abadinya dengan sesuatu yang tidak bernilai sama sekali karena sementara (fana) adanya.

Sebaliknya, kita menyerahkan nyawa kita, kita menyerahkan hidup kita untuk kekekalan, untuk Tuhan yang menjadi harta abadi kita. Jadi jangan takut, kita menyerahkan diri kepada Tuhan dan membuat ikatan perjanjian dengan Allah bahwa kita dimiliki Dia. Tapi itu kalau kita memiliki kesediaan dimiliki oleh Allah, syaratnya adalah kita harus hidup suci, tidak bisa tidak. Dulu kita masih sembarangan dengan apa yang kita ucapkan, kita pikirkan, kita lakukan; dan berpikir, ini kan bukan dosa besar dan lain-lain. Itu alasan-alasan yang benar-benar bodoh; kuasa kegelapan yang menipu kita. Karena Allah itu kudus, maka kekudusan kita harus berstandar Allah. Dan kita jangan takut meminta kepada Tuhan, bertekad untuk hidup suci itu. Jangan dengar kalau hatimu, dagingmu mengatakan, “ah nanti salah lagi, jatuh lagi.” Kalau kita dengar itu, kita akan menunda bertobat karena takut jatuh lagi, berbuat salah lagi.

Jangan memberi kesempatan untuk kita toleransi terhadap kesalahan, kekurangan dan dosa-dosa kita. Kita harus berani berkata, “aku mau hidup suci.” Walaupun kita tidak akan mampu dengan kekuatan kita sendiri. Dan tentu banyak di antara kita yang sudah merasa mental block (berpikir tidak mungkin bisa hidup suci). Jangan dengar suara itu, Tuhan yang akan menolong kita. Syarat mutlak untuk dimiliki Allah dan memiliki Allah adalah hidup suci dan tidak mencintai dunia. Dan kita hidup hanya untuk menyenangkan hati Allah. Kalau orang membuat ikatan perjanjian dengan kuasa gelap, dia menyenangkan dirinya sendiri, dia memuaskan dirinya sendiri demi kesaktian, kekayaan, naik pangkat, kekuasaan dan lain sebagainya. Dia menikmati semua itu, tapi sementara dan itu pun mendatangkan bencana. Ayo, kita dimiliki oleh Allah. Supaya kita bisa mengalami kehadiran Allah. Kita bisa bersekutu, kita terikat dengan Allah. Ayo, kita berjuang.

Teriring salam dan doa,

Dr. Erastus Sabdono

Seseorang bisa nekad karena ada sesuatu kebutuhan yang mendesak; apakah Tuhan sudah menjadi kebutuhan mendesak dalam hidup kita? Atau ada kebutuhan mendesak yang lain?