Terseret Umpan

Dunia dan pengaruhnya yang begitu jahat telah menarik banyak orang masuk dalam persekutuan dengan kuasa gelap. Namun sayangnya, banyak orang tidak menyadari keadaan tersebut. Hal yang dijadikan umpan oleh kuasa gelap untuk menyeret manusia adalah materi, kehormatan, sanjungan, kepuasan daging, sehingga mereka terjebak dan terlena dalam keindahan, kenikmatan dunia, serta keinginan daging yang menuntut untuk selalu dipuaskan. Sebagai hasilnya, mereka menjadi terhilang. Hal ini terjadi pada sebagian besar manusia, atau dapat dikatakan bahwa hampir semua manusia berkeadaan demikian. 

Umpan yang digunakan oleh kuasa gelap memang memiliki daya tarik yang begitu kuat sampai-sampai bisa menyeret kita juga, umat pilihan, yang sebenarnya mau sungguh-sungguh mencari Tuhan. Kalau kita tidak militan, tidak ekstrem dan fanatik positif kepada Tuhan, kita akan terbawa dan menjadi bagian dari manusia yang terhilang. Kita tidak bisa dalam keadaan netral. Kita harus menentukan posisi (positioning) kepada satu hal saja: memilih Tuhan. Kita harus berkomitmen untuk tidak mengharapkan kebahagiaan dari apa pun dan siapa pun, selain Tuhan. Sukacita kita hanya Tuhan. Dengan demikian, gairah hidup kita adalah gairah untuk menyenangkan hati Allah. Jika kita memilih dan berkomitmen seperti ini, Allah akan menjadi hidup dan nyata. 

Sebaliknya, orang yang tidak punya komitmen sungguh-sungguh untuk hidup menyukakan hati Allah, maka baginya Allah seakan-akan mati dan tidak nyata, sehingga mereka tidak sanggup menghayati kehadiran Allah dalam kehidupan ini. Benar-benar celaka keadaan orang-orang seperti itu. Kita tidak mau celaka seperti mereka. Kalau kita tidak militan, tidak ekstrem dan fanatik positif kepada Tuhan, kita akan terseret umpan Iblis. Kalau menggunakan istilah yang agak kasar, kita harus “gila-gilaan” untuk Tuhan; hidup sepenuhnya untuk Tuhan. Kita harus addict; kecanduan berat terhadap Tuhan, sehingga kita tidak memiliki kebahagiaan apa pun kecuali Tuhan. Tuhan menjadi kesukaan, kebahagiaan, dan tujuan hidup kita.  

Hendaknya, kita jangan tertarik lagi pada dunia dan segala keindahannya. Kita bisa memiliki pakaian, kendaraan, rumah, fasilitas, dan lainnya, namun semua itu hanya sarana bagi kita dalam menjalani hidup, bukan sebagai kesukaan, kebahagiaan, apalagi sebagai tujuan hidup. Kita mau bertumbuh dewasa, sempurna seperti Bapa dan serupa dengan Yesus. Tidak ada pilihan lain dalam hidup ini jika kita mau diterima dalam kekekalan bersama dengan Tuhan. Pilihan kita hanya: Tuhan, Tuhan dan Tuhan! 

Memang, akan lebih sulit bagi orang-orang muda untuk memiliki prinsip ini, karena dunia telah meracuni pikiran dan jiwa mereka. Sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa. Anak muda harus berani menentukan dan memilih Tuhan saja, artinya meninggalkan dunia; lari sejauh-jauhnya dari dunia. Pilihlah teman yang baik, yang membawa kita mendekat dengan Tuhan dalam bergaul. Hindari berbagi perasaan, mengakrabkan diri dengan orang yang tidak seiman agar kita tidak tergarami dengan penggaraman yang menuju kebinasaan. Terbataslah dalam berteman, arahkan pikiran hanya kepada Tuhan, dan carilah kehendak serta rencana-Nya. Hendaknya dalam keseharian, jangan tenggelam dengan bermain game, sehingga waktu terbuang dengan sia-sia. Manfaatkanlah waktu lebih baik dengan mencari Tuhan. Jangan lupa membaca Alkitab, mendengarkan khotbah, menyediakan waktu untuk duduk diam di kaki Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan. 

Kita harus menentukan positioning kita sejak sekarang. Positioning artinya kita memilih lokasi untuk menempatkan diri. Positioning yang benar adalah kita menempatkan diri di dalam Tuhan. Mari, kita berjuang untuk memiliki kehidupan yang benar-benar tak bercacat, tak bercela, serta berjuang untuk dapat hidup kudus. Selanjutnya, kita benar-benar mau memperkarakan apa kehendak Tuhan dalam hidup kita yang menjadi tugas dan pekerjaan kita. Apa rencana Tuhan yang Ia bebankan, yang dipercayakan kepada kita untuk kita penuhi sehingga hidup kita benar-benar hanya menjadi milik Tuhan. Itulah maksud Doa Bapa kami yang berkata, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” Sangat sedikit orang-orang yang mengambil keputusan seperti ini. Tetapi kalau kita berani mengambil keputusan ini, kita pasti menjadi orang yang terberkati, terlindungi, terjaga, dan mulia. 

Bagi yang sudah mulai memasuki usia senja, hendaknya tidak lagi memikirkan hal-hal lain selain kekekalan, dan jangan mengingini apa pun lagi selain berkenan di hadapan-Nya. Mari, kita mengingini Tuhan dan Kerajaan-Nya saja. Semakin hari, hati kita akan makin diarahkan kepada Tuhan dan semakin tidak berselera terhadap apa pun, sebab selera kita hanya ditujukan kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya. Kita hanya punya satu kali kesempatan hidup, dan ini satu-satunya kesempatan dari kekekalan yang Tuhan berikan kepada kita. Kita juga tidak tahu kapan kesempatan ini berakhir. Yang pasti, ada akhir atau ujungnya. Tetapi sebelum kita sampai pada ujung atau akhir perjalanan hidup kita, hendaknya kita sudah memilih Tuhan, dan hidup di dalam persekutuan dengan Dia.

Kalau kita tidak ekstrem dan fanatik positif kepada Tuhan, kita akan terseret umpan Iblis.