Terletak pada Individu

Alasan kedua mengapa ada orang Kristen yang tidak yakin bahwa mereka bisa hidup suci di bumi adalah karena mereka berpikir bahwa selama hidup di dunia, seseorang tidak akan mampu mencapai kesucian, berhubung dengan kodrat dosa di dalam diri manusia. Menurut mereka, manusia dengan kodrat dosa adalah manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan, telah terkunci dalam keadaan yang tidak bisa mencapai kesucian. Sampai kapan pun manusia memiliki kecenderungan dosa semata-mata. Dalam istilah Latin oleh seorang reformator, dikatakan dengan non posse non peccare. Dalam keberadaannya sebagai manusia yang telah memiliki kodrat dosa itu, maka menurut mereka tidak mungkin manusia bisa hidup dalam kesucian. Kehidupan Kristen bagi mereka adalah usaha untuk selalu mengaku dosa dan mohon penyucian dari Tuhan terus-menerus sampai menutup mata. Itulah penyelesaiannya. Tanpa usaha untuk mengubah diri supaya tidak berbuat dosa lagi. Biasanya, pemikiran salah yang dijelaskan di atas dilandasi oleh pengertian bahwa manusia akan selalu berbuat dosa, sebab manusia penuh kelemahan dan kekurangan karena kodrat dosanya. Menurut mereka, dosa adalah bagian hidup yang tidak akan terpisahkan sampai menutup mata. 

Kesalahan di atas ini, diteguhkan pula oleh kenyataan bahwa ahampir tidak pernah ditemukan adanya orang yang hidup dalam kesucian. Semua orang yang dijumpai dalam kehidupan di sekitar adalah orang-orang yang melukai, menyakiti, dan melakukan berbagai pelanggaran. Ditambah lagi kalau dijumpai kenyataan ada rohaniwan (pendeta, pastor, majelis, aktivis gereja, dan lain sebagainya) berbuat hal-hal yang melanggar moral, maka kesalahan pengertian bahwa tidak ada orang yang bisa hidup suci di bumi ini, menjadi pengertian salah yang permanen atau sangat kuat dan dalam, sampai tidak bisa diubah. Mereka tidak memahami bahwa keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah proses untuk dikembalikannya manusia ke rancangan semula. Rancangan semula adalah manusia yang memiliki kodrat ilahi; serupa dan segambar dengan Allah. Kalau proses itu dijalani, manusia bisa berhenti hidup dalam dosa, dan berubah hidup dalam kekudusan. Dalam hal ini, orang percaya diperkenan mengenakan kodrat ilahi (2Ptr. 1:3-4). Tetapi, harus ada perjuangan dari mengenakan kodrat dosa, beralih mengenakan kodrat ilahi. 

Satu hal yang harus ditegaskan, dalam Alkitab tidak pernah dituliskan bahwa kesucian hanya bisa terjadi atau dilakukan di surga. Sangatlah kurang ajar terhadap Tuhan, kalau ada orang mengajarkan bahwa kesucian hanya dapat dicapai di surga. Itu adalah tindakan memalsukan Firman Tuhan. Dalam Alkitab, jelas sekali perintah Tuhan untuk hidup suci selama di dunia. Kalau seseorang menyatakan bahwa tidak mungkin bisa hidup suci di dunia ini, maka ia menuduh dan menganggap Allah berdusta, sebab dalam banyak ayat dalam Alkitab mengajarkan bahwa kita harus hidup suci. Selain itu juga menganggap Allah jahat, sebab memerintahkan manusia melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan atau di luar kemampuannya melakukan. Terkait dengan hal di atas ini, harus ditegaskan bahwa kesucian dan dosa bukan terletak pada tempat atau benda. Hal ini perlu dikemukakan karena ada orang-orang berpikir bahwa dunia bukan tempat yang layak menerima kesucian. Mereka berpikir bahwa kesucian itu seperti sebuah suasana, sehingga bumi yang sudah rusak ini tidak pantas disinggahi dan dihuni oleh kesucian. Kesucian atau dosa terletak pada individu manusia. Yang harus mengalami dan menjalani kesucian adalah manusianya. Tidak masalah apakah dunia di sekitarnya jahat atau tidak. Dalam hal ini, harus dipahami bahwa Allah tidak bertakhta di sebuah wilayah atau tempat tertentu, tetapi Allah bertakhta di hati manusia.

Kesucian atau dosa terletak pada individu manusia; tidak masalah apakah dunia di sekitarnya jahat atau tidak.